Beranda Headline Warga Keluhkan Rob Pantura yang Tak Surut-surut

Warga Keluhkan Rob Pantura yang Tak Surut-surut

BERBAGI
Tersendat : ratusan kendaraan yang melintas tersendat oleh genangan rob yang mulai menggenangi jalur pantura di wilayah Demak. Foto : Adhi pramanto/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Lebih dari tiga hari tergenang air rob, ketinggian di jalur pantai utara jalur Semarang  – Demak belum juga surut. Air rob pada bulan Mei, seperti tahun-tahun sebelumnya, sedang tinggi-tingginya.

Jika sebelumnya rob hanya menggenangi wilayah perumahan Pondok Raden Patah Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, kini rob sudah sampai jalur pantura atau menggenangi jalan penghubung antara Semarang menuju Demak.

Dalam beberapa hari terakhir, mulai pukul 15.00 WIB, rob perlahan-lahan mulai menggenangi jalan nasional tersebut. Genangan rob ini tentu saja sangat mengganggu pemakai jalan, mengingat jam-jam tersebut adalah waktunya para pekerja pulang sehingga dampaknya menimbulkan kemacetan panjang.

Hal ini masih ditambah dengan rob yang juga menggenang di wilayah Kaligawe dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil kemacetan terjadi dua arah bahkan terkadang hingga mencapai beberapa kilometer.

Teguh Wahyu salah seorang tokoh masyarakat yang tinggal di Sayung mengungkapkan, bahwa kejadian tersebut baru terjadi pada tahun ini. Banjir yang terjadi pada ruas jalan tersebut beberapa waktu lalu diakibatkan oleh hujan dan bukan rob. Untuk genangan rob baru terjadi tahun ini, setelah sebelumnya rob menggenangi perumahan selama beberapa tahun terakhir.

Rob tidak hanya menggenangi wilayah Sriwulan saja, karena beberapa desa di pinggir jalur pantura juga mengalami masalah yang sama. Desa Purwosari dan beberapa desa lainnya seperti Bedono, Timbulsloko, Surodadi, Gemulak, Tugu, Sidogemah, Sidorejo, dan Banjarsari mengalami masalah yang sama.

“Di tempat kami, air rob sudah menggenang sejak beberapa hari belakangan ini, hampir setiap bulan Mei air rob yang datang selalu tinggi. Rumah-rumah di sini sudah beberapa kali ditinggikan, namun selalu dikejar oleh air rob. Kami menunggu tindak lanjut pemerintah pusat untuk membantu menangani masalah ini,” pungkasnya. (adi/drh)