Beranda Jateng Banyumas Warga Patungan Bangun Jembatan, Begini Hasilnya

Warga Patungan Bangun Jembatan, Begini Hasilnya

BERBAGI
Warga Desa Kaliharjo dan Hulosobo Kecamatan Kaligesing, Purworejo saat melakukan gotong royong untuk membangun jembatan darurat setelah jalan tersebut putus sejak 2017 lalu. FOTO:JPNN

JATENGPOS.CO.ID. PURWOREJO- Warga dua desa di Kecamatan Kaligesing yakni Desa Kaliharjo dan Hulosobo terpaksa membangun jalan darurat secara swadaya lantaran jalan penghubung beberapa desa tersebut longsor hingga putus sejak 2017.

Upaya tersebut diambil lantaran warga tidak sabar menunggu rehabilitasi jalan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Berdasar informasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), pembangunan jalan dialokasikan tahun 2019.

“Namun kabar terbaru akan diusulkan pada APBD Perubahan 2018 dengan mekanisme pencairan mendahului anggaran. Kalau disetujui, mungkin baru September 2018 dikerjakan. Padahal sebelum itu ada momen lebaran dan peringatan kemerdekaan RI, maka kami berembug dan sepakat secara swadaya bikin akses darurat,” kata Wahono, warga Desa Kaliharjo, kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, selain warga dua desa dan SMP 24 Purworejo urunan untuk memperbaiki akses. Dana digunakan untuk logistik, membeli karung plastik dan pipa paralon. “Sementara untuk pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga masyarakat di Desa Kaliharjo dan Hulosobo.

Sementara itu, Suyadi warga Desa Hulosobo menambahkan, pembangunan jembatan sederhana untuk menyambungkan akses jalan yang putus tersebut menggunakan material kayu dan bambu. “Warga menyusun karung berisi tanah liat di bawah akses kemudian menguruk hingga permukaannya sama dengan aspal jalan. Akan kami uruk dengan pasir batu, lalu di atasnya dipasang kayu kelapa dan bambu,” ujarnya.

Tujuan pembuatan akses darurat itu adalah agar motor dapat melintas. Kendaraan roda empat dan enam tidak dapat melewati akses itu sejak jalan longsor pada Juni 2017.

Mobil kecil diarahkan memutar lewat jalan alternatif di Desa Kaliharjo, namun akses itu menjadi rusak.

“Sementara sepeda motor dapat lewat karena warga membuat jembatan darurat dari anyaman bambu. Namun kasihan warga karena jalannya rusak, padahal akses alternatif cuma jalan desa, kalau rusak jadi tanggung jawab desa. Selain itu, banyak pemotor kecelakaan terperosok jembatan bambu,” katanya. (luk/jpnn/muz)

BERBAGI