Beranda Jateng Warga Sidogemah Protes Proyek Tol

Warga Sidogemah Protes Proyek Tol

Gelar Aksi dan Pasang Poster

29
POSTER PROTES : Beberapa poster bernada protes dipasang warga d
POSTER PROTES : Beberapa poster bernada protes dipasang warga d

JATENGPOS.CO.ID DEMAK – Ratusan warga RW 01 dan RW 02 Desa Sidogemah Kecamatan Sayung Kabupaten Demak kemarin memprotes pembangunan jalan tol Semarang-Demak (14/2). Warga mempertanyakan proses ganti untung yang hingga kini belum diselesaikan oleh Jasa Marga selaku pemilik tol.

Padahal pembangunan sudah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan alat-alat berat sudah mulai didatangkan, namun ratusan bidang tanah yang seharusnya mendapatkan ganti untung belum ada kejelasan kapan akan dibayar.

Hadi salah seorang warga mengatakan bahwa permintaan warga hanya satu, segera selesaikan ganti untung atas tanah warga yang terkena dampak. Jika sudah dibayar sesuai kesepakatan warga akan otomatis akan pindah dari rumahnya yang sekarang.

”Warga itu sebenarnya tidak ingin mempersulit bahkan warga kami orangnya tidak menuntut berlebihan. Cukup segera dibayarkan uang ganti untung tentunya kami akan menurut dan segera pindah,” ujarnya kemarin.

 Sebab dari 514 bidang tanah dan bangunan yang terkena proyek jalan tol, baru 135 bidang saja yang sudah dibayar. Sisanya sebanyak 379 bidang belum mendapatkan kejelasan terkait ganti untung terhadap tanah dan rumah mereka.

”Nilainya ada banyak mas, belasan miliar bahkan mungkin lebih. Mengingat satu bidang saja ada yang mendapatkan ganti hingga Rp 2 miliar,” imbuh Agus aalah seorang perangkat Desa Sidogemah Kecamatan Sayung.

 Selain masalah ganti untung, Agus juga menjelaskan bahwa warga semakin jengkel tatkala air rob yang tidak bisa terbuang keluar wilayah gara-gara tertutupnya saluran akibat pembangunan jalan tol dan masuknya alat berat.

”Saat rob naik seperti sekarang ini, membuat warga resah karena airnya tidak bisa surut,” jelasnya. Sementara itu Kepala Desa Sidogemah Khanafi mengatakan kepada warga, bahwa mereka akan melakukan perundingan kembali bersama pihak terkait pada hari Senin mendatang. (adi/sgt)