Beranda Ekonomi Waspada…. Berikut Tiga Titik Pasar Tumpah di Kota Semarang !

Waspada…. Berikut Tiga Titik Pasar Tumpah di Kota Semarang !

BERBAGI
Sejumlah pedagang menggelar dagangannya di pinggir jalan Pasar Banjaran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (11/6). Pasar tumpah Banjaran, Lebaksiu dan Margasari yang berada di jalur Selatan merupakan salah satu titik rawan kemacetan pada arus mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan personel untuk mewaspadai setidaknya titik pasar tumpah di wilayah tersebut untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Kami terjunkan sebanyak 40 personel untuk menertibkan pasar tumpah. Kami prediksi ada tiga titik rawan terjadinya pasar tumpah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Selasa.

Tiga titik itu, yakni Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk, sementara untuk Pasar Mrican sudah lama terpantau tidak ada pasar tumpah sehingga tidak perlu dikhawatirkan mengganggu kelancaran.

Menurut dia, kepala-kepala pasar di 52 pasar tradisional di Kota Semarang sudah diperintahkan untuk terus memantau dan segera mengantisipasi jika terjadi pasar tumpah berkoordinasi dengan tim di lapangan.

“Sudah kami perintahkan masing-masing kepala pasar untuk melarang adanya pasar tumpah. Kalau toh mereka (pedagang, red.) mau ‘mremo’, silakan H+1 Lebaran. Namun, setelah itu harus sudah bersih,” katanya.

Ia menyebutkan sebanyak 40 personel itu dibagi dalam beberapa regu beranggotakan masing-masing lima orang dengan sistem “shift” untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasar, khususnya pada pagi hari.

“Pengamanan krusial untuk pasar tradisional itu hanya pagi hari hingga pukul 09.00 WIB. Kalau untuk toko, tidak ada masalah karena mereka biasanya memiliki petugas keamanan sendiri,” kata Fajar.

Berkaitan dengan stabilisasi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, ia mengatakan sejauh ini tidak ada permasalahan, apalagi tim dari Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga.

“Harga-harga kebutuhan pokok di pasar akan terus kami kontrol agar tidak terjadi kenaikan tajam. Sejauh ini, sudah dilakukan operasi di 32 pasar tradisional. Semua harga normal, kecuali daging ayam,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kenaikan harga daging ayam itu masih dalam batas kewajaran menjelang Lebaran dengan selisih antara Rp2.000-3.000/kilogram, tetapi perkembangannya akan terus dipantau.

“Justru kami menemukan fenomena bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok di mal malah lebih murah ketimbang di pasar-pasar tradisional setelah dilakukan pengecekan, baik di mal maupun pasar tradisional,” katanya.

Dari sembilan mal yang dilakukan pengecekan harga, kata dia, harga sejumlah kebutuhan pokok justru lebih murah antara Rp1.000-2.000, apalagi stok yang dimiliki pusat perbelanjaan modern lebih banyak. (drh/ant)