Beranda Semarang WASPADA! Ciu Kemasan Plastik Beredar di Kalangan Pelajar SD

WASPADA! Ciu Kemasan Plastik Beredar di Kalangan Pelajar SD

BERBAGI
Satpol PP Demak menggelar hasil tangkapan mereka dalam setahun terakhir. FOTO:ADHI PRAMATHO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. DEMAK– Kota Wali Demak saat ini tengah dalam kondisi waspada minuman keras atau miras. Jika sebelumnya penjual hanya menyasar orang-orang dewasa, kini mereka mulai menyasar pelajar sekolah dasar atau SD.

Miras yang diedarkan adalah jenis ciu yang dikemas dalam plastis sehingga mendapat sebutan Ciplas. Secara umum orang tua tidak akan mengenalinya, karena menyerupai es teh. Namun apabila dibaui dan dirasakan barulah orang sadar jika itu adalah miras jenis ciu.

Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Demak Bambang Saptoro saat menggelar hasil operasi mereka selama setahun terakhir di depan kantor Satpol kemarin. Dalam kesempatan itu, Bambang menghimbau kepada para orang tua agar lebih berhati-hati akan pergaulan anak-anak mereka yang masih duduk di bangku SD, agar tidak dijerumuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Harganyapun sangat murah, berkisar antara Rp 2000 hingga Rp 5000 sangat terjangkau bagi anak-anak sekolah,”40 ujarnya.

“Kami mengharapkan kerjasama semua elemen termasuk MUI akan kondisi sekarang ini, kita risi dengan kondisi yang ada sekarang. Meskipun dengan gerakan yang kami lakukan kami sering mendapatkan teror dari oknum yang berusaha melemahkan, namun kami akan terus maju,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang menjelaskan bahwa hingga bulan Desember ini, pihaknya sudah mengamankan 3147 botol minuman keras berbagai jenis. Naik dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2015 sebanyak 2241 botol dan tahun 2016 sebanyak 1501 botol.

Sementara itu keberadaan PSK di jalanan berusaha dikurangi oleh Satpol PP dengan mengirim mereka langsung ke panti penitipan di Solo. Di panti tersebut, PSK akan dibina selama enam bulan lamanya, sehingga tidak bisa langsung kembali ke jalanan.

“Dulu pernah kita lepas langsung, namun esoknya sudah balik mangkal. Akhirnya begitu kena razia mereka langsung kami kirim ke panti di Solo. Yang mengenaskan 85% dari 46 PSK yang kami tangkap sudah terjangkit virus HIV,” tukas Bambang yang sebelumnya pernah berada di Dinkes dan Kesbangpol.

Ditambahkannya pula bahwa jumlah PGOT juga mengalami kenaikan, hingga tahun 2017 sudah ada 50 orang yang dikirim ke panti di Semarang. Dijelaskan pula bahwa pil PCC sudah masuk Demak, hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya salah seorang pelajar dalam razia anak sekolah beberapa waktu lalu. Hanya sayangnya, si pelajar tidak mau memberitahukan dari mana dirinya mendapatkan pil PCC tersebut.

Sementara itu Wakil Bupati Demak Drs Joko Sutanto mengatakan bahwa Satpol jangan sampai lengah. Sedikit lengah mereka akan berjualan miras lagi. Yang perlu diwaspadai adalah momen lebaran yang biasanya diwarnai dengan maraknya peredaran miras dari para perantau yang pulang kampong.

“Mereka biasanya menanggap dangdut, dan dapat dipastikan aka nada miras yang beredar,” pungkasnya. (adi/muz)

 

BERBAGI