Beranda Jateng WASPADA!! Rekahan Tanah di Kandangan Makin Melebar

WASPADA!! Rekahan Tanah di Kandangan Makin Melebar

10
BERBAGI
Warga bersama pemuda Ansor Banser membersihkan timbunan longsor di Desa Kandangan, Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (19/3). FOTO:DHANI SETIAWAN /JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN- Sekitar dua puluhan rumah warga di RT 2/RW 11 Dusun Tugusari Desa Kandangan Kecamatan Bawen terancam longsor. Puluhan warga dibantu Ansor Banser membersihkan tumpukan tanah untuk menghindari longsoran berlanjut.

Pada Minggu (18/3) sore dua rumah warga milik Jumadi dan Rinto terdampak longsor yang diakibatkan rekahan tanah di sekitar dusun. Rekahan tanah ini sepanjang kurang lebih seratus meter dengan jarak antar rekahan 3-5 meter.

“Setiap kali hujan rekahan tanah ini semakin membesar. Selain itu tanah dari bukit turun ke pemukiman warga. Kemarin (hari Minggu, red) mengenai dua rumah warga yang berada di samping bukit ini,” kata Kepala Dusun Tugusari, Suwardi di sela kerja bakti warga, Senin (19/3).

Sementara ini untuk menghindari bencana yang lebih besar, warga dibantu anggota Banser Kecamatan Bawen memindahkan tanah longsoran dan mengurangi beban tanah secara manual.

“Sementara ini memang kurang efektif, kami berharap pemerintah dapat memberi bantuan alat berat untuk memindahkan tanah yang berpotensi melingsori puluhan rumah warga kami,” ujarnya.

Kepala Desa Kandangan, Paryanto menyatakan rekahan tanah ini sebenarnumya sudah lama dan telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Semarang. Namun belum sempat dilakukan kegiatan sudah warga sudah terdampak. “Kami berharap agar bantuan dari Pemkab Semarang bisa segera turun agar warga tidak merasa khawatir saat hujan tiba,” katanya.

Satkorcab Banser Kabupaten Semarang, Mohammad Jamil menyatakan jajarannya siap membantu warga yang membutuhkan bantuan, terlebih untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Tidak hanya kegiatan sosial kemasyarakan kami juga menterjunkan personil untuk membantu warga dan kepolisian, patroli mencegah adanya kejahatan begal yang berkeliaran di Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (dni/muz)

BERBAGI