Beranda Hukum & Kriminal Yasonna Sesalkan WNI Dicekal Masuk Israel

Yasonna Sesalkan WNI Dicekal Masuk Israel

BERBAGI
Menkumham Yasonna Laoly (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Pansus RUU Anti-Terorisme Muhammad Syafii disaksikan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri), Irwasum Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno (kedua kiri), Jampidum Noor Rachmad (kedua kanan) dan Ketua Tim Panitia Kerja Pemerintah untuk RUU Anti-Terorisme Enny Nurbaningsih (kanan) pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/5). Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

JATENGPOS.CO.ID, SURABAYA – Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H Laoly mengaku masih membicarakan dengan lintas sektoral kementerian terkait dengan masalah pelarangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Israel.

“Bahwa kami menolak sejumlah visa warga Israel. Ya. Alasannya kenapa, biarkan kami yang mengetahui, hal ini bukan untuk diketahui publik. Tapi kami menyayangkan kebijakan retaliasi Israel. Saat ini juga masih dilakukan pembicaraan dengan lintas kementerian seperti Kementerian Luar Negeri,” katanya di sela pemberian santunan kepada anak yatim piatu di salah satu hotel di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan, pihaknya juga menyesalkan terkait dengan pelarangan tersebut karena di Israel ada tempat penting untuk beribadah seperti Masjid Al Aqsa.

“Ini menjadi pembicaraan kami, baik antara BIN, Menlu, dan kami di Kemenkumham,” ujarnya.

Sebelumnya, pelarangan masuk WNI oleh Pemerintah Israel akan berlaku mulai 9 Juni 2018. Pemerintah Israel menyebut, turis Indonesia masih bisa masuk ke Israel hingga 9 Juni. Setelahnya, turis Indonesia secara individu maupun kelompok tidak akan bisa masuk Israel. (hfd/ant)

BERBAGI