Grand Launching, Oorth Target 1 Juta User

Aplikasi medsos buatan anak bangsa, Oorth saat grand launching yang dibarengi peluncuran platform untuk iOs dan web di Solo, Rabu (21/3). FOTO: WIJAYANTI PUTRI/JATENG POS

JATENGPOC.CO.ID.SOLO- Setelah melakukan soft launching pada 7 Oktober tahun lalu di Jakarta, aplikasi media sosial buatan anak bangsa, Oorth akhirnya melakukan grand launching, Rabu (21/3).

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi Oorth untuk platform iOs dan website. Sebelumnya, aplikasi medsos yang digawangi anak muda Solo itu telah dapat diakses menggunakan platform Android.

CEO Oorth, Krisnha Adityangga mengatakan dengan diluncurkannya Oorth untuk platform iOs dan website tersebut akan membuat aplikasi terswbut makin dikenal dan diterima masyarakat luas. Apalagi pihaknya juga menjajaki kerjasama dengan investor dari Malaysia, Singapura dan Hongkong.

“Mengangkat tema find easiness, Oorth memberikan solusi kemudahan bagi pengguna dan komunitas-komunitas untuk terus terhubung dan membantu sesama dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Sejak soft launching hingga saat ini, lanjutnya, pengguna Oorth sudah mencapai 34 ribu user aktif yang tersebar di 18 negara di luar Indonesia. Seperti Hongkong dan Malaysia.

“Di luar negeri penggunanya merupakan warga negara Indonesia yang berada di sana dengan kisaran usia 25 hingga 34 tahun. Selain personal, Oorth juga banyak digunakan oleh komonitas dan memang aplikasi ini fokus pada pengembangan komunitas secara digital,” jelasnya.

Disinggung mengenai target, Krisnha mengatakan, dengan lengkapnya platform untuk mengakses Oorth diharapkan penggunanya bisa makin bertambah hingga 1 juta user akhir tahun ini.

“Tidak hanya user bertambah, kami juga berharap Oorth bisa mendunia. Dan untuk itu kami saat ini berupaya untuk memenuhi tantangan menerima 9 juta user di Asia Tenggara yang sudah menandatangani penggunaan Oorth,” ujarnya.

Sedangkan terkait kemungkinan adanya penyalahgunaan Oorth untuk menyebarkan paham-paham radikalisme atau terorisem layaknya medsos telegraph yang diblokir Kemeninfo, Krisnha menegaskan meski fokus pada komunitas dengan kemudahan fitur yang ditawarkan namun Oorth akan dengan tegas memblokir user yang terbukti menyalahgunakan Oorth.

Ia menandaskan jika Skynosoft Portal Prime selaku pembuat Oorth telah memiliki sistem yang sedemikian rupa untuk melindungi Oorth dari penyalahgunaan.

“Kita dasarnya ini Pancasila. Kita tetap berpegang teguh dengan aturan yang berlaku di sini. Bila ada akun maupun grup radikal kita akan blokir,” tegasnya.

Ditambahkan Chief Information Officer (CIO) Skynosoft Portal Prime, Mulyono Herman. Untuk keamanan verifikasi Oorth masih dilakukan manual dan akan menggunakan alogaritma yang rumit, sehingga bisa mengantisipasi penyalahgunaan termasuk untuk serangan hacker.

“Serangan ke Oorth memang ada dan bahkan makin meningkat dua minggu terakhir. Namun kami jamin kami selalu berusaha menyajikan keamanan yang baik dan makin meningkat dari waktu ke waktu. Sehingga para pengguna bisa nyaman mengakses Oorth. Dan untuk aturan kami selalu menyesuaikan dengan ITE yang ada di masing-masing negara. Sehingga Oorth tidak digunakan untuk hal-hal yang menyimpang,” jelasnya. (jay/biz/saf/muz)