15 Daerah Terlibat Money Politic, Banyumas Terbanyak

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah masih mengusut 27 kasus dugaan pelanggaran politik uang (money politic) yang dilakukan sepanjang masa tenang kampanye pemilu 2019 berlangsung.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih mengatakan, 27 kasus dugaan politik uang yang telah dilakukan tersebar di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Di Banjarnegara ada 1 kasus, Kudus ada 1 kasus, Banyumas 7 kasus, Boyolali 2 kasus, Brebes 2 kasus, Cilacap 1 kasus, Demak 1 kasus, Kebumen 1 kasus, Kabupaten Pekalongan 1 kasus, Purworejo 1 kasus, Salatiga 4 kasus, Kota Tegal 1 kasus, Wonogiri 2 kasus dan Batang 2 kasus,” ujarnya Selasa (18/04).

Ia melanjutkan, hingga saat ini beberapa posisi dari 27 kasus tersebut, ada yang masih dalam proses invetigasi guna memenuhi syarat formil maupun materiil, ada yang sudah diregister dan ada yang sudah masuk dalam tahap proses penanganan.

“Karena masih dugaan maka Bawaslu masih dalam proses pengusutan. Sentra Gakumdu di kabupaten/kota masih dalam proses penanganan dan pengusutan dengan cara mengumpulkan bukti-bukti, melakukan klarifikasi kepada pelapor, klarifikasi kepada terlapor maupun para saksi-saksi,” imbuhnya

Ia menegaskan politik uang masuk dalam kategori dugaan pidana pemilu, pihaknya akan membahas bersama dengan polisi dan jaksa yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu).

“Sekali lagi saya ingatkan money politic itu masuk dalam pidana politik”, tegasnya. (fid/ntan)