Beranda Edukasi 24 Sekolah di Solo Akan Laksanakan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Fase...

24 Sekolah di Solo Akan Laksanakan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Fase Pertama

14
Ilustrasi: Uji coba pembelajaran tatap muka Sekolah Dasar di Boyolalim Jawa Tengah, Kamis 18 Maret 2021

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Sebanyak 24 sekolah di Kota Solo, Jawa Tengah, segera melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) fase pertama yang dilaksanakan mulai Senin (22/3).

“Kalau sesuai Pak Wali kan PTM mulai Juli 2021. Oleh karena itu, mulai Senin nanti fase pertama pembelajaran tatap muka ada di 24 sekolah, tiga di antaranya yang dulu pernah mencoba simulasi pada November,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyanto di Solo, Kamis.

Pada fase pertama tersebut pihaknya akan menitikberatkan pada pembiasaan perilaku anak di lingkungan sekolah. Pada uji coba ini para siswa akan mengikuti pembelajaran selama tiga jam tanpa istirahat. Uji coba fase ini akan dilakukan selama satu minggu.

“Setelah itu nanti bergantian kelas yang lain, standarnya hanya setengah kapasitas, maksimum 16 anak setiap kelas. Untuk kali ini baru diikuti oleh siswa kelas sembilan tingkat SMP,” katanya.

Disinggung mengenai dimulainya uji coba pelaksanaan PTM tersebut, dikatakannya, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah jumlah kasus aktif COVID-19 di Kota Solo mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Tetapi kalau kami prinsipnya kan meminta izin ke satgas, yang paling utama adalah ada sejumlah indikator untuk mengukur persiapan sekolah, kesiapan menata ruang, protokol kesehatan, sarana dan prasarana penunjang termasuk cuci tangan pakai sabun. Ini diuji oleh dinas agar memenuhi kriteria yang distandarkan. Kalau kesiapan sudah terpenuhi kami berikan izin PTM walaupun bertahap,” katanya.

Sementara itu, jika fase pertama dapat dilalui dengan lancar, uji coba akan dilakukan di fase kedua. Ia mengatakan pada fase kedua ini jam pelajaran ditambah menjadi lima jam dengan satu kali istirahat.

“Pada fase ini nantinya akan disimulasikan saat istirahat boleh ke perpustakaan atau ke UKS dengan protokol seperti apa,” katanya.

Sesuai dengan arahan satuan tugas, dikatakannya, para siswa yang mengikuti PTM tersebut akan diidentifikasi tempat tinggalnya.

Ia mengatakan jika sudah masuk zona hijau maupun kuning bisa mengikuti PTM, namun jika tempat tinggalnya masih zona oranye atau merah maka disarankan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dulu.

“Selain itu, kalau siswa dalam kondisi sakit, terlepas diidentifikasi positif atau tidak, kami sarankan PJJ walaupun dia jadwalnya PTM, guru juga begitu. Selain itu, kalau di tengah jalan ada guru atau siswa yang kena (positif COVID-19) ya tutup (sekolah ditutup sementara),” katanya. (fid/ant)