2,88 Juta Kendaraan Mudik, Penumpang Diimbau Vaksin Booster

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau bagi para calon penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 sudah melakukan vaksin booster. Hal tersebut diberlakukan menyusul angka COVID-19 di Indonesia kembali melonjak.

Berdasarkan data harian Kementerian Kesehatan melalui laman infeksi emerging, tercatat ada 243 kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada Senin (18/12). Sementara total kasus aktif saat ini tercatat ada 2.204 kasus, diiringi dengan 2 kasus kematian dan 116 kasus sembuh.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengimbau kepada para calon penumpang telah melakukan vaksin booster atau dosis keempat. Dia juga mendorong kepada petugas agar sering melakukan pengawasan pada calon penumpang agar menerapkan protokol kesehatan.

“Di sisi lain untuk vaksinasi, meminta penumpang untuk sudah vaksin booster. Kepada operator supaya mereka melakukan pengawasan dan himbauan kepada calon penumpang untuk terus melaksanakan protokol kesehatan dan memastikan petugas-petugas kesehatan sudah vaksin,” kata Adita kepada awak media, di Kemenhub, Selasa (19/12/2023).

Tidak hanya itu, Adita juga mengimbau kepada calon penumpang untuk menggunakan masker kembali dan menjaga kebersihan tempat. Hal ini sebagai upaya agar lebih waspada dan memperketat protokol kesehatan.

“Kami lebih banyak memberikan imbauan pertama kepada calon penumpang supaya kita imbau menggunakan lagi masker, tapi ini bukan lagi sebuah kewajiban yang dituangkan dalam ketentuan dan juga menjaga kebersihan,” ujar dia.

Dia menambahkan Kemenhub juga sudah menyiapkan alat pemindai suhu (thermal scanner) pada sejumlah bandara. Saat ini baru Bandara Soekarno Hatta yang akan kembali dipasang thermal scanner.

Meski begitu, pemasangan tersebut masih terus dirundingkan oleh pihak-pihak terkait, seperti operator bandara, otoritas bandara, kantor kesehatan pelabuhan, dan lain-lain.

Sementara itu, Kemenhub menyampaikan proyeksinya tentang pola pergerakan masyarakat yang menggunakan jalan tol saat mudik Nataru. Diprediksi akan ada sebanyak 2.884.595 kendaraan yang keluar dari Jakarta.

Kepala Sub Direktorat Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Jalan, Dit. Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan Rudi Irawan mengatakan, angka ini naik sekitar 14,2% dari waktu normal dan 1,8% dari Nataru tahun lalu. Adapun hal ini bersumber dari data Kesiapan Operasi Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2023-2024 PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

“Terkait prediksi pola pergerakan masyarakat yang menggunakan jalan tol, diprediksi akan terjadi kenaikan 14,2% dari normal atau 1,8 dari tahun lalu (jadi 2.884.595),” katanya, dalam acara Media Gathering Nataru ASTRA Infra Group, lewat saluran telekonferensi, Selasa (19/12/2023).

Adapun kendaraan tersebut dominannya akan keluar melalui empat gerbang tol (GT) utama yaitu GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama. Rudi mengatakan, mayoritas atau 46,7% di antaranya atau sebanyak 1.346.504 kendaraan akan pergi ke arah timur dan melewati KM 66 Cikampek.

“Mayoritas akan ke arah timur, 46,7% dan melihat arah timur itu 52,6% (708.824 kendaraan) akan menuju Tol Trans Jawa atau ke arah timur,” ujarnya.

Sedangkan yang ke arah timur, sisanya berbelok ke Bandung melewati GT Kalihurip Utama. Diproyeksikan jumlah kendaraannya mencapai 637.680 kendaraan. Angka ini naik 13,1% dari normal dan 1,81% dari tahun lalu.

Sementara untuk kendaraan yang menuju Selatan, diproyeksikan mengambil poris 22,40% atau sebanyak 645.721 kendaraan akan menuju arah selatan atau tepatnya Ciawi. Sedangkan sisanya, 30,9% atau 892.370 kendaraan akan pergi ke arah barat atau Merak, Banten.

“Sebagian besar ada yang melakukan perjalanan menuju Pulau Sumatera,” imbuhnya.

Tidak berbeda jauh dengan arus balik, Rudi mengatakan, diproyeksikan juga akan ada peningkatan kendaraan hingga 14,1% dari kondisi normal, mencapai 2.886.846 kendaraan. Angka ini naik 1,47% dari Nataru tahun lalu.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei potensi pergerakan nasional Nataru oleh Kemenhub, diproyeksikan ada potensi pergerakan masyarakat sebanyak 107,63 juta orang selama periode Nataru kali ini. Angka ini melonjak 143% dibandingkan dengan 2022 lalu yang hanya sebanyak 44,17 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45,49% pergerakan untuk liburan ke lokasi wisata. Sementara untuk pulang kampung 30,15%, serta merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman hanya 18,98%.

Pergerakan juga masih akan didominasi oleh kendaraan pribadi, dengan rincian mobil 35,57% atau 39,97 juta orang dan sepeda motor 17,92% atau 20,14 juta orang. Penggunaan moda terbanyak masih menggunakan angkutan jalan total sekitar 65,2%.

Pemotor Mudik Gratis
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik motor untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh saat Nataru 2023-2024. Dikhawatirkan karena tingkat kecelakaan motor yang tinggi.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT), sebanyak 107 juta orang bepergian saat Nataru. Pergerakan pada momentum ini naik 43% dibandingkan dengan tahun lalu. Mayoritas pemudik tahun ini menggunakan moda transportasi mobil. Kemudian sebanyak 17% berasal dari pemudik motor.

“Tentu motor 17% ini kami dengan Korlantas kita selalu ingin mengimbau seyogyanya yang guna motor ini mengurungkan niatnya apalagi tempatnya jauh. Karena sangat berbahaya berbanding lurus dengan kecelakaan,” kata Budi dalam acara Pembukaan Posko Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru, di Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).

Dia mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi, swasta, hingga pihak pengusaha untuk mengadakan mudik gratis. Sebelumnya, Budi sudah bersurat kepada pihak terkait untuk memfasilitasi mudik gratis.

“Saya juga sudah buat surat, mudah-mudahan surat itu diekspos. Fasilitas mudik gratis ini sangat penting bagi saudara kita yang lakukan perjalanan,” jelasnya.

Seperti dilansir dari detikcom, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA) mengadakan mudik motor gratis melalui kereta api (KA). Program Angkutan Motor Gratis (Motis) ini berlaku untuk masa libur Nataru 2023/2024.

Informasi tersebut dilansir akun Instagram resmi Kemenhub dan DKJA. Selain itu, bagi peserta program mudik Motis Nataru 2023/2024 juga berhak membeli tiket kereta api (KA) dengan harga mulai dari Rp 10.000. Bagi yang ingin mengikuti motis ini, bisa datang ke stasiun yang menerima layanan MOTIS.

Sedangkan, Kemenhub memetakan ada lima titik yang perlu diantisipasi saat libur. Kelima titik ini di antaranya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ketapang, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. (dtc/muz)