Beranda Semarang 3.800 Pemudik Sudah Masuk Jateng

3.800 Pemudik Sudah Masuk Jateng

Solo Jaga Lima Pospam 24 Jam

14
POSKO PENYEKATAN PEMUDIK DI KOTA SEMARANG: Sejumlah kendaraan antre untuk melewati Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, (4/5/2021). Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sembilan posko penyekatan 24 jam guna mencegah lalu lalang pemudik yaitu di Gerbang Tol Kalikangkung, Gerbang Tol Banyumanik, Pos Taman Unyil, Pos Mangkang, Genuksari, Darupono, Sisemut, Penggaron dan Cangkiran menjelang dan semasa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut sekitar 3.800 pemudik telah masuk Jateng. Diperkirakan hari ini menjadi puncak kendaraan dari luar masuk ke Jateng.

“Dugaan saya malam ini dan besok akan jadi puncaknya. Maka ini saya lakukan pengecekan untuk memastikan persiapan menjelang tanggal 6 Mei nanti,” kata Ganjar di pintu tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (4/5).

Ganjar mengatakan dari data yang ada hari Senin (3/5) kemarin sudah ada sekitar 3.800 pemudik yang masuk ke Jawa Tengah. Ganjar pun kembali meminta agar masyarakat menahan diri tidak mudik untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

“Sekitar 3.800 an per-kemarin. Saya perkirakan masih akan nambah, maka akan siaga terus,” ujarnya.

Ia menegaskan agar peristiwa di Kabupaten Pati jadi pelajaran karena di sana ada pemudik dari Jakarta yang menggelar acara kemudian puluhan orang terpapar COVID-19 karena pemudik tersebut ternyata positif. Ganjar menjelaskan jika memang terpaksa pergi, hari melengkapi persyaratan.

“Kalaulah harus meninggalkan tempat, tolong pastikan persyaratannya dilengkapi. Kalau tidak penting, lebih baik tinggal di rumah masing-masing. Sebab kemarin kita masih temukan ada banyak yang nekat, menerobos dan justru membahayakan keluarga di rumah,” ujarnya.

Ia juga meminta bupati/wali kota melakukan sosialisasi ke warga dan juga mengamankan jalur tikus agar tidak kebobolan pemudik yang tidak memenuhi persyaratan atau nekat.

“Arah Jakarta-Semarang via tol kita screening di Pejagan dan Kalikangkung. Di sini (Kalikangkung) screening kedua dari Pejagan. Selain itu, ada 14 jalur tikus di provinsi yang kita siapkan dan juga 17 titik jalur-jalur kabupaten/kota. Bupati/wali kota kami harapkan kontrolnya makin ketat dari tanggal 6-17 nanti. Misal yang nekat akan dikarantina, contoh di Banyumas akan dibawa ke lereng Gunung Slamet 5 hari. Kan jadi percuma mudik,” jelas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Pos Pam Kalikangkung, AKP Wahono, mengatakan saat dirinya bertugas sempat memutarbalikkan mobil berisi sekitar 10 orang tanpa masker dan tidak membawa persyaratan. Mereka juga tidak bisa keluar ke exit tol di Kendal setelah putar balik karena pihak penjagaan sudah berkoordinasi.

“Semuanya tidak pakai masker, dan suhu tubuh juga ada yang lebih dari 37 derajat. Langsung kita putar arah, dan tidak mungkin bisa masuk karena di jalur-jalur tikus juga sudah dijaga,” kata Wahono.

Terkait kepadatan lalu lintas di tol Kalikangkung ia mengakui memang ada peningkatan jumlah namun belum signifikan.

“Secara data normal, dari jam 06.00 tadi hanya 5.600 dari arah Jakarta ke Semarang. Dari Semarang ke arah Jakarta 5.495, jadi normal. Hanya sedikit meningkat tanggal 3 Mei kemarin, 7.000-an kendaraan,” jelasnya.

Dari pantauan pukul 14.00 WIB lemarin, pintu tol Kalikangkung memang terlihat masih lengang. Petugas juga bersiaga di sana dan ada pula pos pelayanan yang didirikan di sana. Pintu Tol Kalikangkung menjadi lokasi screening kedua pemudik yang datang dari arah Jakarta.

Sementara itu Polresta Solo memastikan bakal menjaga lima pos pengamanan (pospam) selama 24 jam selama larangan mudik Lebaran. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemudik yang lolos dari penyekatan petugas di wilayah Solo Raya.

“Petugas gabungan siap 24 jam untuk lakukan screening atau penyaringan di pos-pos pengamanan tersebut,” kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (4/5).

Lima pospam yang bakal dijaga 24 jam itu yakni Pospam di Simpang Tiga Faroka, Tugu Makutho, Exit Tol Klodran, Simpang Tujuh Joglo, dan di depan Jurug. Pospam ini bakal dijaga tim gabungan yang bertugas dengan sistem shift.

“Personel gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Dishub, Dinkes dan juga Satpol PP akan dibagi secara shift,” katanya.

Selama penerapan larangan mudik 2021 ini, tim bakal menyaring pengendara kendaraan bermotor dengan pelat nomor luar kota. Jika nantinya ada pemudik yang terjaring, maka akan dilakukan karantina selama lima hari di Solo Technopark (STP).

“Nanti akan dilakukan tes swab jika hasilnya negatif maka akan tetap di STP, jika hasilnya reaktif atau positif maka akan dirujuk ke tempat yang sudah ditunjuk,” ucapnya.

Ade mengatakan pihaknya juga bakal melakukan patroli ke jalan-jalan perkampungan untuk mengantisipasi adanya pemudik yang lolos ke kampung halamannya.

“Petugas juga akan terus melakukan patroli di jalan-jalan kampung untuk mengantisipasi kecolongan kendaraan pemudik,” terangnya.

Ade memastikan pihaknya bakal memaksimalkan penjagaan untuk mengantisipasi adanya celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemudik.

“Kita terus berupaya supaya tidak ada celah, dengan mengoptimalkan personel,” kata Ade.

Sebelumnya diberitakan, Wakapolresta Solo AKBP Deny Heryanto menyebut panjagaan di pos pengamanan (pospam) tidak berlaku selama 24 jam. Hal ini karena keterbatasan personel di lapangan.

“Disesuaikan dengan tenaga kita, tidak mungkin 24 jam. Saat nanti ada larangan mudik juga tidak 24 jam, menyesuaikan kembali,” terang Deny saat ditemui di Stasiun Balapan, Solo, Kamis (29/4).(dtc/udi)