38 Pelajar Internasional Belajar Nyantri di Ponpes Darul Amanah

38 Pelajar Internasional Belajar Nyantri di Ponpes Darul Amanah
Pimpinan Pengasuh Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo, KH Mas’Ud Abdul Qadir berikan sorban kepada 38 pelajar international yang ingin belajar menjadi santri dan menimba ilmu budaya Indonesia.

JATENGPOS.CO.ID, KENDAL – Puluhan pelajar internasional asal negara Afganistan belajar menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kendal. Selama tiga bulan kedepan, sebanyak 38 pelajar tersebut belajar mengenai seni budaya keislaman tentang perdamaian.

Penyambutan 38 pelajar internasional pun berlangsung meriah saat dikemas dengan bentuk panggung pentas seni gembira, belum lama ini. Terlihat gembira dan antusias, begitu mereka disuguhi pentas berbagai seni budaya Indonesia yang dihelat pada Jumat (29/9) malam.

Ketua Program Kegiatan Siswa Internasional Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo, Moh Mufti Haris, mengatakan kedatangan pelajar internasional asal Afganistan tersebut merupakan program dari Sekretariat Wakil Presiden dan Majelis Ulama Indonesia.

Selama belajar menjadi santri di pondok pesantren Darul Amanag, mereka akan belajar mengenai seni budaya Indonesia, termasuk bagaimana perdamaian yang ada di Indonesia yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Indonesia memiliki berbagai suku dan budaya, yang mampu menciptakan kedamaian. Keanekaragaman suku budaya tersebut yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Selama mondok, nantinya mereka didampingi para gurubaik dari Ponpes DA juga dari MUI,” kata Ustadz Haris, Minggu (30/9).

Tak hanya kegiatan belajar formal, lanjut dia, dalam kegiatan ekstrakurikuler mereka akan berbaur dengan para santri di Ponpes ini. Dikatakan, pemilihan Ponpes Darul Amanah, merupakan amanat dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI.

Diharapkan, dengan ilmu yang diperoleh selama menjadi santri di pondok pesantren, mereka bisa belajar tentang kehidupan keislaman di Indonesia yang moderat dan saling bertukar informasi serta pendapat sesama generasi muda kedua negara.

“Kelak setelah selesai belajar menjadi santri, mereka mampu menjadi pemuda yang bisa membawa perdamaian di negaranya yakni di Afghanistan,” harap dia.

Salah satu pelajar internasional, Ziaullah Sultoni (18) mengaku senang dan gembira melihat penampilan santri Ponpes Darul Amanah Sukorejo dengan berbagai ragam seni budaya Indonesia. “Budaya Indonesia ragamnya sangat banyak. Saya sangat senang bisa bertemu dengan para santri dan belajar di Ponpes ini,” tukasnya.

Sementara itu, Perwakilan Ponpes Darul Amanah, H Moh Fatwa, mengatakan pihaknya siap mengemban amanah yang diberikan oleh negara. Ponpes siap membimbing pelajar International ini untuk menjadi generasi muda yang bisa membawa perdamaian di tempat asalnya. (via/Biz)