42 Ribu Pelanggan Alami Pemadaman PLN

Warga kerja bakti membantu tim teknis PLN mengangkut tiang listrik dan gardu listrik di wilayah kecamatan Tirtomoyo Wonogiri. FOTO : BAGUS SARENGAT/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Peristiwa bencana alam longsor dan banjir mengakibatkan kerusakan parah terhadap fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos) dan infrastruktur.

Data dari Rayon PLN Wonogiri dilaporkan, terdapat 42 ribuan pelanggan sempat mengalami pemadaman listrik terjadi di 19 dari 25 Kecamatan se Kabupaten Wonogiri.

Itu terjadi sejak malam pertama hujan deras, Senin, Selasa, dan Rabu (27-28-29/11). Sampai saat ini tersisa sekira 2600-an pelanggan masih mengalami pemadaman listrik.

Disebabkan ada tiang roboh tertimpa longsoran, terbawa longsor, kerobohan pohon, kerobohan tower dan hanyut lumpur dan air.

Kerusakan paling banyak dan parah berada di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Karangtengah dan Giriwoyo.

Di Wilayah Kecamatan Tirtomoyo pemadaman terjadi di wilayah Desa Taman Wiroko, Taman Wetan, Dlepih, Dadapan, Tulakan, Sukoharjo, Hargosari, Purwoharjo, dan Karanganyar. Termasuk Desa Petung, Tinatar, Karanggede, Arjosari di wilayah Kabupaten Pacitan Jawa Timur, akan tetapi masuk pada jaringan Rayon Jatisrono – Wonogiri.

“Jumlahnya pemadaman ada sekitar 42 ribuan. Jumlah 420 travo. Penyebab banjir dan longsor. Wilayah Tirtomoyo saja mencapai 7.331 pelanggan. Kondisi aset lebih dari lima tiang patah, lainnya roboh,” kata Agus Priyamtomo Manajer Rayon Wonogiri, Senin (4/12) sore.

Namun, sampai saat ini sebagian telah normal kembali. Paling tidak telah mencapai 93 persen sudah normal, dari keseluruhan.

Beberapa yang belum normal adalah wilayah Banaran, Kaliurang, Platar, Kraguman, Gondel dan Ngarjosari Kecamatan Tirtomoyo, jumlahnya 130 pelanggan. Di Dusun Warak Desa Dlepih empat  pelanggan, di Dusun Ketos Desa Sukoharjo 25 pelanggan. Lalu, sebagian di Desa Hargosari dan Purwoharjo, sebagian desa Jawa Timur ada 2.200 pelanggan, namun masuk perawatan Rayon Wonogiri. Di wilayah Girikikis Kecamatan Giriwoyo masih terdapat 113 pelanggan.

“Untuk jaringan yang belum normal di Karangtengah belum bisa diperbaiki karena kendalanya masih tidak bisa dilewati dan melakukan perbaikan,” kata Agus Priyamtomo.

Jumlah kerugian saat ini Rayon Wonogiri – Jatisrono belum mengkalkulasi. Lantaran pihaknya terkosentrasi perbaikan jaringan. Kendala paling sulit adalah lokasi longsor di Karangtengah dan Tirtomoyo.

Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri disebutkan bahwa ada 425 titik infrastruktur yang rusak akibat bencana akhir Nopember lalu.

Antara lain jembatan, bahu jalan, irigasi, dam, talud, embung, buk deker, Musium Kars, sekolahan, pipa air bersih, masjid dan musola terendam, dan kantor Desa terendam.

Sedangkan jumlah pengungsi sampai Senin pagi (4/12) ada 3280 jiwa dari 87 Desa di 19 Kecamatan. Kerusakan rumah rusak berat 53 unit, rusak ringan 131, dan terendam air 1545 unit. (bgs/saf)