Beranda Jateng Pantura Timur 60 Persen Penderita Disabilitas Laki-laki

60 Persen Penderita Disabilitas Laki-laki

568
Meskipun disabilitas bukan berarti mereka meminta untuk dikasihani, sebab banyak diantara mereka yang memiliki skill melebihi orang normal. FOTO : ADHI PRAMANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK- Pemerintah Kabupaten Demak sangat mendukung diadakannya homeschooling bagi penyandang disabilitas yang ada di wilayah Kabupaten demak. Hal itu disampaikan oleh Bupati Demak HM. Natsir saat menghadiri peringatan hari disabilitas Internasional ke-25 di halaman Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), Selasa (5/12).

Menurutnya, para penyandang disabilitas tidak perlu dikasihani tapi harus diberikan pendampingan dan fasilitas yang memadahi agar mereka bisa berkarya dengan hasil yang luar biasa.

“Mereka memilki semangat yang tinggi, bahkan skill mereka jangan diragukan lagi, mereka juga butuh pengakuan dan akan kita damping terus. Salah satunya dengan mengadakan homeschooling bagi mereka,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan bahwa saat ini sudah ada sekolah inklusif, yaitu sekolah umum yang terdapat fasilitas bagi penyandang disabilitas. Sekolah tersebut sudah tersebar di beberapa titik di Kabupaten Demak ini.

“Diharapkan para orang tua agar tidak malu untuk menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah tersebut, paparnya.

Saat ini, lanjutnya, masih banyak kita lihat para penyandang disabilitas tidak bisa berperan aktif secara luas di lingkungan sosialnya. Meskipun mereka memiliki kemampuan yang memadai, namun tetap saja dikucilkan.

“Oleh karena itu, semua kalangan harus mengupayakan terwujudnya situasi yang kondusif sehingga seluruh penyandang disabilitas bisa memperoleh hak-haknya dan kesempatan yang sama, katanya.

Bupati juga meminta kepada para kepala OPD maupun instansi swasta lainnya untuk dapat memfasilitasi ruang gerak bagi para difabel.

“Seperti halnya di perkantoran disediakan jalan khusus untuk kursi roda maupun toilet duduk yang dilengkapi dengan pegangan. Semoga peringatan ini menjadi awal yang baik sebagai upaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan disabilitas di Kabupaten Demak, terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak Dra. Lestari Handayani, M.Si menambahkan bahwa dari jumlah penderita disabilitas di Demak yang mencapai 8000 penderita, 60% diantaranya adalah laki-laki yang juga penyangga keluarga. Sementara itu sebanyak 10% tidak produktif sama sekali.

Meski demikian, mereka memiliki beberapa prestasi . Diantaranya juara melukis tingkat Kabupaten yang diraih oleh siswa disabilitas dari SMP Gajah serta pembuatan motor roda tiga yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Berbagai produk hasil karya para disabilitas turut memeriahkan acara tersebut diantaranya, batik, kaos, kerajinan perak dan aneka produk olahan, tambahnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, Ketua Perkumpulan penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Demak, Perwakilan Pengurus PPDI Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Jepara. (adi/muz)