657 Ribu Penduduk Jateng Terima Program Kartu Prakerja

15
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai berdialog dengan penerima kartu prakerja di Hotel Alila Solo, Jumat (18/6/2021). ANTARA/Aris Wasita

JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Sebanyak 657.000 orang di Jawa Tengah sudah menerima program kartu prakerja sejak dibuka pertama bulan April 2020.

“Dengan angka ini, Jawa Tengah menjadi keempat terbesar untuk penerima terbanyak di Indonesia,” kata Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudi Salahuddin pada dialog Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan penerima kartu prakerja di Solo, Jumat.

Ia mengatakan sejak April 2020 hingga saat ini kartu prakerja sudah masuk ke gelombang ke-17. Untuk di seluruh Indonesia, dikatakannya, ada sebanyak 8,3 juta orang penerima, sedangkan jumlah pendaftar sebanyak 65.000.000 orang.

Pihaknya mencatat, untuk program tersebut ada sebanyak 179 lembaga pelatihan yang memberikan 1.591 jenis pelatihan kepada para peserta.

“Melihat antusiasme di Jawa Tengah, kami melakukan dialog untuk kedua kalinya dan kali ini dilakukan di Kota Solo,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto berkesempatan untuk melakukan dialog dengan sejumlah penerima kartu prakerja. Ia juga memperoleh masukan dari penyandang disabilitas terkait program tersebut.

“Jadi kalau disabilitas kan harus menyesuaikan antara instruksi lisan dengan menerjemahkan menjadi tertulis. Ini jadi catatan bagi program sehingga ke depan nanti ada beberapa program supaya ‘friendly’ didesain untuk disabilitas,” katanya.

Sedangkan secara keseluruhan, untuk evaluasi program kartu prakerja ini cukup menggembirakan. Ia mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap penerima kartu prakerja menyatakan 91 persen bermanfaat.

“Yang hadir di sini menyatakan ada kesempatan baru setelah mengikuti pelatihan dari prakerja. Pada gelombang selanjutnya yang akan dibuka di semester dua ini akan ada percobaan yang ‘offline’, prototype offline akan dibuka, sisanya tetap sistem ‘online’. Kalau pelatihannya kami berikan secara full,” katanya. (fid/ant)