Keterampilan membaca dan menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui sebuah bacaan baik fiksi maupun nonfiksi. Pembelajaran puisi pada jenjang SD mempunyai tujuan untuk meningkatkan keterampilan murid dalam berbahasa secara tepat dan kreatif, meningkatkan kemampuan berpikir logis dan bernalar, serta mengasah kemampuan murid untuk memahami dan menikmati karya sastra (Depdiknas, 2006: 15). Materi puisi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat didalam tema 6. Materi ini dijelaskan dalam Kompetensi Dasar (KD).4.6 yaitu melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri.
Kemampuan belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 01 Kesesirejo, kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang dengan materi membaca dan menulis masih belum mencapai rata rata ketuntasan. Hal ini dikarenakan belum adanya metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran yang sesuai karakter maupun kondisi siswa. Model pembelajaran yang sering digunakan bersifat satu arah menjadikan siswa cenderung bosan dan jenuh. Hal ini harus ditangani dengan mencari metode pembelajaran yang cocok dengan materi yang disampaikan. Guru sebagai pendidik harus melakukan inovasi pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang maksimal.
Menurut Susilo (2013:54) metode pembelajaran Time Token merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa bekerja dalam kelompok kecil, agar bisa saling membantu menjadi fasilitator dalam belajar. Anggota ditiap kelompok terdiri dari 2-6 siswa atau lebih dengan memberikan kupon bicara pada siswa di masing-masing kelompok. Adapun langkah langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut : Pertama, Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan materi tentang Puisi, dilanjutkan dengan membagi siswa kedalam beberapa kelompok untuk berdiskusi. Kedua, Guru memberi tugas pada siswa untuk membuat atau menulis sebuah puisi karangan mereka. Ketiga, Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik per kupon pada tiap siswa yang nantinya digunakan untuk membacakan puisi hasil karya mereka. Keempat, upon diminta terlebih dahulu sebelum siswa membacakan puisi atau memberi komentar. Setiap tampil berbicara atau membaca satu kupon. Jika kupon yang dibagikan habis maka siswa tersebuut tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicaraatau membacakan puisi sampai semua kuponnya habis. Demikian seterusnya hingga semua anak tampil. Terakhir,setiap siswa diberikan nilai oleh guru berdasarkan jumlah waktu ang digunakan oleh kelompoknya.
Hasil capaian pada pembelajaran Puisi di SDN 01 Kesesirejo, kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang menunjukkan bahwa penggunaan metode Time token dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil belajar siswa yang mencapai persentase ketuntasan 85%, dengan rata-rata nilai kelas 83,25. Selain itu aktifitas pembelajaran Puisi menjadi lebih hidup, dimana semua siswa mampu menulis dan membacakan hasil karya mereka di depan kelas dan siswa lain berhak untuk menanggapi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah diberikan tindakan dengan metode Time Token pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat peningkatan hasil belajar dan dapat membuat proses belajar mengajar menjadi aktif dan menyenangkan.
Tejo Suprapto, S. Pd. SD
SDN 01 Kesesirejo, kecamatan Bodeh, Kab Pemalang