IPA dari segi istilah dapat diartikan sebagai ilmu yang berisi pengetahuan alam. Ilmu artinya pengetahuan yang benar, yaitu bersifat rasional dan obyektif. Pengetahuan alam adalah pengetahuan yang berisi tentang alam semesta dan segala isinya. IPA menurut hakikatnya adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan baru yang berupa produk ilmiah dan sikap ilmiah melalui suatu kegiatan yang disebut proses ilmiah. Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila proses pembelajaran yang diperoleh siswa merupakan hasil dari pengalaman dan penemuannya sendiri, sepenuhnya untuk merumuskan sendiri suatu konsep, dan keterlibatan guru hanya sebagai fasilitator dan moderator dalam proses pembelajaran tersebut.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama proses kegiatan belajar IPA KD 3.3 “Menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan” di kelas VI SD Negeri Tursino, peserta didik masih kurang aktif. Terbukti hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung keaktifan peserta didik hanya 35%. Rendahnya keaktifan peseta didik terhadap materi IPA KD tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan dalam menangkap pemahaman materi yang disampaikan secara konvensional. Selain itu, pendidik belum mengoptimalkan media yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Pendidik dalam menyampaikan materi masih terkesan monoton dan hanya mengandalkan model ceramah selama proses pembelajaran.
Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Untuk mengatasi kurang aktifnya peserta didik dalam proses pembelajaran IPA, maka pendidik memilih metode demostrasi sebagai solusi untuk meningkatkan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran.
Menurut Daryanto (2009:403), metode demonstrasi adalah cara menyajikan bahan pembelajaran dengan menampilkan atau memperagakan kepada peserta didik yang sering disertai penjelasan secara lisan. Metode Demonstarsi memiliki karakteristik mempertunjukkan obyek yang sebenarnya, atau tiruan. Tujuan digunakan metode demonstrasi adalah (1) Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai peserta didik; (2) Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik; (3) Mengembangkan kemampuan pengamatan kepada para peserta didik secara bersama- sama.
Menurut Yamin (2009 153-154) langkah-langkah dalam menggunakan metode demonstrasi terdiri dari tiga langkah yaitu : (1) Tahap persiapan; (2) Tahap pelaksanaan; (3) Tahap mengakhiri demonstrasi.
Penggunaan metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan peserta didik. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung diketahui aktivitas fisik, mental maupun emosional pesrta didik di kelas VI SD Tursino mengalami peningkatan sebanyak 80%.
Oleh:
Sutikno, S.Pd.SD.
Guru SDN Tursino, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo



