JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dr. KH Ahmad Darodji, M.S, i, mengkritisi masih banyak media yang sengaja menjual kabar buruk kepada masyarakat. Dalam istilah populer bad news is good news (berita jelek justeru menjadi berita bagus).
“Ini saya maaf sekali (untuk menyampaikan kritik), banyak media yang bad news is good news. Berita jelek itu justeru dianggap berita bagus yang layak jual,” katanya saat menghadiri Open House Ulang Tahun Jateng Pos ke-13, 2 Juni 2025, di kantor Jateng Pos Jl Bukitsari Raya Semarang.
Jika media sengaja menjual keburukan kepada pembacanya, menurut Kyai Darodji media itu tidak mencerdaskan. Tetapi mengeksploitasi keburukan untuk mencari pendapatan.
“Kalau bad news is good news, apa itu berkah? Ini maaf sekali loh saya kasih masukan kepada semua media,” imbuh Ketua Baznas Jateng ini.
Karena itu, Kyai Darodji menyarankan agar media berfikir ulang dengan kebijakan redaksi bad news is good news.
“Media itu menjadi pilar ke empat demokrasi, harusnya menjadi fungsi kontrol pemerintah, fungsi pendidikan, fungsi informasi yang baik menginspirasi dan mencerahkan” katanya lagi.
Bejan Syahidan, Direktur Jateng Pos yang menerima kehadiran Kyai Darodji mengakui memang kebanyakan media masih menggunakan prinsip bad news is good news. Karena berita-berita seperti itulah yang disukai masyarakat.
“Misalnya berita konflik, berita aib orang, korupsi pejabat, berita kejelekan pejabat atau artis, itu menjadi nilai berita yang tinggi untuk pembaca. Tapi memang harus dikurangi supaya media bisa mencerdaskan dan mencerahkan,”ucapnya.(jan)



