25 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Tingkatkan Kebersamaan Bangun Jawa Tengah, 438 Peserta Ikuti Manunggal Leadership Retret

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan “Manunggal Leadership Retret: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” di Lapangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BPSDMD) Provinsi Jateng, pada Selasa, 10 Juni 2025.

Dalam kegiatan itu diikuti oleh 438 peserta, terdiri dari wakil bupati/ wakil walikota, kepala Organiasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan.

Ahmad Luthfi mengatakan, dalam membangun Jawa Tengah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi butuh kebersamaan. Menurut dia, kebersamaan menjadi kunci utama.

“Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi. Tidak boleh ada ego sektoral. Di situ ada nafas kebersamaan dalam rangka membangun Jawa Tengah,” ucap dia.

Retret ini, lanjut Luthfi, juga sebagai upaya untuk mengintegrasikan program di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI.

Pemprov Jateng mencanangkan 136 program terdiri dari 11 program prioritas, 22 Program Intervensi, 61 Program Aksi dan 42 Program Taktis. Program tersebut merupakan penjabaran dan selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Asta Cita Presiden RI.

Dalam retret ini, kegiatannya tidak hanya penyampaian materi tapi juga akan ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan.

Kurikulum kegiatan ini disusun bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Pematerinya dari berbagai lembaga, di antaranya Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK , Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh agama, dan widyaiswara BPSDMD Jawa Tengah.

Baca juga:  100 Hari Luthfi-Yasin, Desalinasi Solusi Daerah Pesisir 

Retret ini juga menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan kompetensi ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017.

“Untuk eselon 2 dan 3, pelatihan ini sudah mencakup 36 (jam) pelajaran,” kata dia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menambahkan, kegiatan Manunggal Leadership Retret bukan sekadar seremonial, melainkan forum penguatan kerja tim dalam membangun Jawa Tengah.

“Jawa Tengah tidak butuh Superman, tapi kita butuh superteam. Itu yang kita lakukan,” kata dia.
Ia menyebut, konsep retret ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Lemhannas, bahwa era birokrasi saat ini tidak membutuhkan sosok Superman, melainkan superteam, yang bisa bekerja bersama dan saling menguatkan.

Dikatakan dia, kegiatan yang diselenggarakan pada 10-16 Juni 2025 ini menjadi momentum membangun kebersamaan dan sinergi lintas sektor, untuk menyatukan arah pembangunan di seluruh provinsi ini.

Taj Yasin berharap, forum ini memperkuat keterikatan antardaerah dan mendorong pemerataan pembangunan yang lebih terarah dan kolaboratif. “Kami ingin adanya kebersamaan untuk membangun Jawa Tengah,” ucapnya.

Menurut Taj Yasin, kegiatan retret menjadi cara baru dalam menyambungkan program antarinstansi, sehingga tercipta kebersamaan. Selama enam hari kegiatan, Ia meminta agar seluruh peserta dapat lebih memahami program satu sama lain, menyusun sinergi, dan menghindari tumpang tindih.

Baca juga:  Peringatan Hari Tani Nasional, Sumanto Berharap Momentum Perbaiki Nasib Petani

“Semua dikumpulkan, sehingga mereka akan tahu program satu dengan yang lainnya, yang bisa disinkronisasikan, bisa digabungkan, bisa dihubungkan. Sehingga pembangunan ini tidak terpecah-pecah, tidak terkotak-kotakkan,” paparnya.

Melalui kegiatan retret ini, ia optimistis akan terbangun chemistry antarpemimpin daerah, sehingga arah pembangunannya bisa selaras.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno dalam laporannya menjabarkan, jumlah peserta retret sebanyak 438 orang, terdiri dari Wakil Bupati atau Wakil Walikota sebanyak 35 orang, Pejabat Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebanyak 5 orang.

Kemudian Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah sebanyak 40 orang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 42 orang, Jabatan Administrator sebanyak 298 orang, Analis Kebijakan Madya Setda Jateng sebanyak 18 orang.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menyiapkan pemimpin yang humanis dan responsif dalam aspek geopolitik, pelayanan publik, maupun stabilitas keamanan daerah,” kata dia.

Selain itu juga memperkuat nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik serta mendaratkan Asta Cita di bumi Jawa Tengah.

Pembukaan acara Retret Manunggal Leadership ditandai dengan pemukulan gong, setelah sebelumnya dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis, kepada tiga perwakilan yaitu Wakil Bupati Temanggung, Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, dan Direktur Utama Bank Jateng (BUMD). (ucl/jan)



TERKINI

Rekomendasi

...