27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Atasi Rob Sayung, Pemkab Demak Libatkan Pemilik Pabrik Atur Strategi 

JATENGPOS. CO. ID, DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya mencari solusi komprehensif dalam menangani banjir rob yang melanda wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Sayung. Salah satu langkah konkret adalah dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Aula Kecamatan Sayung kemarin.

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga perwakilan dunia usaha yang beroperasi di kawasan terdampak. Forum ini menjadi kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang menyoroti penanganan darurat dan rencana jangka menengah terhadap rob yang kerap melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu infrastruktur strategis.

Sukarman Camat Sayung mengatakan, bahwa fokus utama penanganan rob saat ini adalah di sepanjang Jalan Pantura, jalur vital berskala nasional yang sangat terdampak.

Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dunia usaha, khususnya perusahaan-perusahaan di sektor industri dan manufaktur, dalam mendukung program mitigasi rob yang lebih terintegrasi.

Baca juga:  Meriahkan HUT Kota Semarang, DPC Gerindra Dan Tidar Gelar Bakti Sosial

Sedangkan Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, mengungkapkan bahwa banjir rob di Sayung telah berkembang menjadi masalah kronis. Ia memaparkan sejumlah penyebab utama, seperti pengaruh pasang purnama, rusaknya sistem drainase, penurunan muka tanah, hingga maraknya alih fungsi lahan di wilayah pesisir. Beberapa desa bahkan telah mengalami genangan permanen selama berbulan-bulan, yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat.

“Rapat ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang untuk menyusun langkah bersama. Kita perlu membangun roadmap berbasis data lapangan, mengintegrasikan program antar-OPD, dan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, seperti DAK, CSR, dan bantuan dari pemerintah pusat,” tegas Sugiharto.

Dalam pemaparan teknis, dijelaskan bahwa sistem drainase kawasan Sayung mengalir ke tiga sungai utama: Sungai Babon, Sungai Sriwulan, dan Sungai Dombo Sayung. Ketiganya menjadi bagian krusial dalam pengendalian banjir di wilayah tersebut. Lokasi-lokasi penting seperti sekitar PT Politron, Jembatan Dombo Sayung, hingga Pasar Sayung bergantung pada sistem drainase ini.

Baca juga:  Karnaval Pakai Sound Horeg Akhirnya Dilarang

Kawasan strategis lainnya seperti interchange tol Semarang-Demak, trase tol, dan area industri di sepanjang Jalan Pantura juga terancam jika revitalisasi sistem drainase tidak segera dilakukan. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama untuk segera menyusun rencana aksi yang konkret.

Diskusi teknis dilanjutkan dengan pemaparan sistem sungai Dombo Sayung-Wonokerto, yang mencakup lebih dari 15 aliran sungai kecil dan besar, termasuk Sungai Gonjol, Sungai Daleman, Sungai Onggorawe, Sungai Jajar, dan Sungai Gemboyo.

Pemerintah Kabupaten Demak menegaskan bahwa penanganan rob di Sayung harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi antarsektor menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang bukan hanya reaktif, namun juga preventif dan strategis. (adi/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...