26.2 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Lini Depan Garuda SOS

Irak Ketar-ketir pada Indonesia

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia menghadapi masalah serius di lini depan jelang putaran keempat Kualifikasi Pildun 2026. Cedera parah yang menimpa Ole Romeny membuat Garuda kehilangan mesin gol utamanya.

Striker Oxford United itu mengalami cedera engkel saat tampil di Piala Presiden 2025 melawan Arema FC. Meski sudah menjalani operasi, belum ada kepastian apakah ia bisa pulih tepat waktu.

Tanpa Romeny, Patrick Kluivert harus putar otak menyiapkan opsi alternatif untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak pada 8 dan 11 Oktober mendatang. Beberapa nama sudah mulai dimunculkan untuk mengisi kekosongan lini depan. Rafael Struick, Jens Raven, Dimas Drajad, Ramadhan Sananta, dan Hokky Caraka masuk dalam radar tim pelatih.

Namun, belum ada satu pun yang benar-benar meyakinkan, baik dari segi jam terbang internasional maupun konsistensi di level klub.

“Kalau boleh menyebut, situasi lini depan Timnas Indonesia saat ini SOS, alias kritis. Patrick Kluivert dituntut harus bisa memaksimalkan striker yang ada, apakah itu pemain lokal atau naturalisasi,” ujar mantan striker Timnas, Singgih Pitono, dikutip dari bola.com.

Singgih menilai Rafael Struick bisa dicoba, sementara Jens Raven masih belum waktunya tampil di level tinggi. Meski begitu, Raven tetap punya potensi jika terus dibina di klubnya.

Pelatih Timnas dinilai masih punya waktu untuk menyiapkan mereka sebelum Oktober. Dukungan dari pelatih klub seperti di Dewa United dan Bali United jadi salah satu kuncinya. “Rafael Struick bisa dicoba. Jens Raven juga bisa, termasuk Dimas Drajad dan Ramadhan Sananta, tapi menurut saya, Jens Raven belum waktunya,” kata Singgih.

Selain pemain yang sudah ada, PSSI juga membuka jalan naturalisasi baru. Dua striker diaspora sedang dalam proses agar bisa segera memperkuat Timnas. Hal ini diharapkan bisa jadi solusi jangka pendek di tengah krisis. Namun, waktu adaptasi pemain baru tetap jadi perhatian.

“Kata Ketum PSSI, Erick Thohir, sedang mengurus dua penyerang diaspora. Ya, semoga bisa cepat terwujud dan pemain baru nanti jadi solusi krisis ini,” pungkas Singgih.

Meski masalah di lini depan belum tuntas, optimisme tetap ada. Timnas Indonesia sudah pernah menghadapi Arab Saudi dan Irak dan tahu apa yang akan dihadapi. Singgih yakin bahwa Garuda punya peluang yang sama untuk melaju ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, siapa yang paling siap akan lolos.

Baca juga:  Bek Ajax Amsterdam Gabung Persis Solo

“Saya sangat yakin Timnas Indonesia bisa meladeni mereka. Situasi fifty-fifty. Siapa paling siap akan lolos ke Piala Dunia 2026,” tegas Singgih Pitono.

Sementara itu, timnas Irak tergabung satu grup bersama Arab Saudi dan Timnas Indonesia pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ketiga tim akan bersaing sengit di Grup B yang dipusatkan di Arab Saudi sebagai tuan rumahnya.

Banyak yang memprediksi Arab Saudi punya peluang paling besar untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Mereka diuntungkan dengan status tuan rumah dan pengalaman sering tampil di turnamen akbar sepak bola dunia empat tahunan.

Arab Saudi dominan dalam rekor pertemuan atas Irak maupun Timnas Indonesia. Namun demikian, kubu Timnas Irak juga tak bisa diremehkan. Tim besutan Graham Arnold hampir saja lolos ke Piala Dunia 2026 dari ronde ketiga.

Irak gagal lolos setelah hanya terpaut satu poin di bawah Yordania yang menemani Korea Selatan lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026 dari Grup B putaran ketiga.

Sesuai jadwal di putaran keempat Kualifikasi, Irak lebih dulu bertemu Timnas Indonesia di Stadion King Abdullah Sports City pada tanggal 11 Oktober 2025. Kemudian mereka akan menghadapi tim tuan rumah Arab Saudi juga di tempat yang sama, tanggal 14 Oktober 2025.

Timnas Irak mengamati potensi dari dua pesaingnya dalam babak keempat Kualifikasi. Eks pemain Timnas Irak, Haitham Kadhim, mengatakan bahwa Singa Mesopotamia harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan Arab Saudi dan Timnas Indonesia.

Namun hal itu diakuinya tidak akan mudah, sebab baik Arab Saudi dan skuad Garuda terus mengalami peningkatan signifikan.

“Tim nasional Irak akan menghadapi tantangan signifikan di fase krusial nanti, karena Arab Saudi dan Indonesia adalah tim yang terus berkembang. Meskipun hasil Green Falcons sempat menurun, tim telah kembali menemukan keseimbangan dan berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Terutama setelah kembalinya pelatih mereka, yang meraih kesuksesan besar bersamanya, Hervé Renard,” ucap Haitham Kadhim kepada Winwin.

Baca juga:  CR7 Ditawarkan ke ManCity

Haitham Kadhim juga berbicara tentang kekuatan Timnas Indonesia, dengan mengatakan bahwa tim Merah-Putih semakin kuat di tangan Patrick Kluivert. Keberadaan legenda sepak bola Belanda plus bertambahnya pemain-pemain diaspora membuat Timnas Indonesia tambah kuat secara kedalaman tim.

“Hari ini semua orang membicarakan Arab Saudi karena mereka akan bermain di kandang sendiri, tetapi mereka lupa membicarakan tim Indonesia, yang merupakan salah satu tim paling berkembang di Asia Timur. Tim ini memiliki ciri khas kecepatan tinggi dan memulai serangan dari penjaga gawang. Sejujurnya, tim Irak kurang memiliki kualitas ini, jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap pesaing ini, yang telah menjadi lebih matang di bawah kepemimpinan pelatihnya, Patrick Kluivert,” ucap Haitham Kadhim.

“Tim Indonesia, selain kecepatan dan mentalitasnya yang tinggi, memiliki semangat juang yang tinggi karena pantang menyerah. Saya ingat pertandingan terakhirnya melawan Irak, ketika mereka terus menyerang arah gawang Singa Mesopotamia meskipun kalah jumlah pemain. Hal ini, jika ada indikasi, menunjukkan tekad mereka untuk menghindari kekalahan. Mereka telah mempermalukan tim-tim besar seperti Arab Saudi. Saya pikir semuanya telah menjadi jelas bagi pelatih Australia, Graham Arnold,” jelas pemilik 67 caps di Timnas Irak ini.

Sebelum bersaing di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Irak akan tampil di King’s Cup atau Piala Raja Thailand pada FIFA Matchday September 2025.

Piala Raja Thailand 2025 akan berlangsung di Bangkok pada 1-9 September mendatang. Semula Arab Saudi menjadi tim yang akan berlaga bersama timnas Thailand, Hong Kong dan Fiji.

“Tim nasional Irak akan sangat membutuhkan persiapan yang matang untuk dua pertandingan penting ini, mengingat tim ini secara tradisional kesulitan dalam hal kesiapan, dan kebugaran fisik menjadi satu-satunya kendala untuk tampil di level yang pantas bagi nama tim, terutama selama masa jabatan pelatih asal Spanyol, Jesus Casas, seperti yang terjadi pada pertandingan melawan Kuwait dan Palestina. Oleh karena itu, saya yakin pelatih baru, Graham Arnold, akan sangat berhati-hati dalam hal ini,” tandasnya. (bol/riz)


TERKINI

Rekomendasi

...

Resmi Gabung Al-Hilal

Prancis Waspadai Dinamit Meledak

Dicoret Lille, Berkah Buat Timnas Indonesia

Ini Bukan Balas Dendam