30.3 C
Semarang
Jumat, 29 Agustus 2025

Roblox untuk Implementasi Kesadaran Pajak Out of the box

JATENGPOS.CO.ID,   – Perkembangan dunia gamifikasi saat ini sedang mengalami perkembangan pesat, salah satu pendatang baru yang populer adalah Roblox. Bagi para pecinta game, Roblox menjadi favorit karena dinamis, modern, dan fleksibel. Jika game pada umumnya berjenis game tunggal, tetapi Roblox menawarkan diri sebagai sebuah platform game dengan keistimewaan setiap orang bisa menjadi kreator game yang memiliki kebebasan untuk menciptakan game sesuai dengan genre yang diminati dan menawarkan pengalaman dari yang mudah sampai kompleks, mudah digunakan baik melalui handphone maupun komputer, bisa menggunakan android maupun iOS, serta yang menjadi nilai tawar utamanya, Roblox ini memberikan ruang digital seluas-luasnya dan sekreatif-kreatifnya bagi para kreator game untuk mengunggah genre Robloxnya yang kemudian dapat menjadi penghasilan tambahan yang menjanjikan. Bagi para penggunanya, Roblox mendapat tempat istimewa karena sangat unik, estetik, menarik, dan berbeda dengan game lainnya karena memberikan pengalaman yang berbeda dalam setiap genre gamenya.

            Di awal kemunculannya, Roblox tercipta pada tahun 2004 oleh David Baszucki dan Erik Cassel dengan konsep fisika interaktif digital, dimana penggunanya dapat saling berinteraksi dengan membuat objek virtual masing-masing. Pada perkembangan  berikutnya, konsep fisika interaktif digital ini digabungkan dengan kreasi balok sehingga disebut Roblox (robot dan balok). Platform ini diterima dengan penuh kegembiraan bagi seluruh pecinta game, bahkan saking di gandrungi nya, kini Roblox dapat digunakan sebagai salah satu sarana pembelajaran digital berbasis gamifikasi yang mulai menggeliat di kalangan sekolah hingga universitas.

            Kemunculannya yang fenomenal dan banyak menyita perhatian para pecinta game, ternyata Roblox juga memiliki beberapa dampak negatif, seperti: (1) terdapat konten yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat, artinya dalam Roblox terkadang terdapat konten-konten yang yang mengandung unsur kekerasan atau bahasa yang kurang sopan yang lolos dari filter game; (2) terjadinya cyber bullying, tidak dipungkiri interaksi secara daring dan asing membuat setiap pengguna rawan mengalami cyber bullying baik secara langsung maupun tidak langsung karena genre yang banyak sehingga cyber bullying seolah menjadi hal yang wajar; (3) terdapat predator online, tidak dapat dipungkiri karakter Roblox menggambarkan diri kita sehingga sangat mudah bagi predator online untuk melancarkan aksinya baik dengan grooming online maupun offline; (4) scamming and phishing, ini yang paling jelas terjadi sangat menjadi titik rawan karena biasanya bagi pengguna baru akan ada situs phishing yang berkedok memberi gratis pada salah satu fitur Roblox. Hal ini sangat mengancam keamanan data-data pengguna Roblox; (5) pembelian akses dan aksesoris secara impulsif, tidak bisa dipungkiri dengan berhasil menaklukan satu genre dalam Roblox, anak-anak akan ketagihan bermain genre berikutnya yang lebih menantang hingga membeli asesoris game berlebihan.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Senam Irama Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Edutainment

            Senada dengan hal di atas, jika digali lebih dalam dan komprehensif, sebenarnya Roblox mampu menjadi salah satu media edukasi gen Z tentang literasi keuangan digital, khususnya menumbuhkembangkan kesadaran pajak yang efektif, efisien, menarik, unik, dan estetik. Ini menjadi sebuah hal yang sangat penting karena kelak di masa mendatang, gen Z harus mampu mengelola finansial secara mapan, terlebih lagi gen Z besar dalam dunia digital yang memberikan kemudahan dan segala keniscayaan, serta sebagai pengejawantahan seorang warga negara Indonesia yang bertanggung jawab dengan turut serta berkontribusi dalam pembangunan negara.

            Setidaknya ada beberapa terobosan kreatif dalam menumbuhkembangkan kesadaran pajak pada gen Z melalui Roblox, sebagai berikut: (1) adanya praktik kontribusi pajak dalam Robux. Robux merupakan sistem mata uang virtual dari Roblox, di dalamnya banyak terdapat fitur untuk membeli item, akses game, hingga asesoris game dan lencana. Setiap pengguna Roblox yang memanfaatkan fitur dalam Robux akan secara otomatis terpotong pajak dan dialokasikan ke kas negara secara virtual. Pada tahap ini, gen Z dapat memahami konsep PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPh (Pajak Penghasilan). Bahwa harga dalam Robux yang dibayar lebih dari harga aslinya, dan inilah kontribusi positif bagi negara; (2) Roblox memiliki fitur game building, dimana kreatornya memiliki kebebasan untuk membangun properti sendiri. Dalam fitur ini dapat diintegrasikan sistem pajak properti secara virtual supaya gen Z dapat lebih memahami jika di masa depan ketika mereka memiliki properti maka wajib membayar pajak dan jika menunggak akan mendapatkan konsekuensi yang sesuai; (3) menambahkan item lencana dalam Robux guna menumbukan kesadaran dan kebanggan sebagai warga negara Indonesia yang baik karena dengan bertransaksi dalam Robux turut serta berkontribusi pada pembangunan negara; (4) dalam Roblox, kreator dapat membuat genre “petualangan pajak” atau “simulator pajak”, dimana para pemain akan menjadi penjelajah yang harus mengumpulkan koin pajak di berbagai level, bisa di hutan, kota, desa, gunung, maupun pantai. Koin pajak ini nantinya akan ditukar dalam Robux untuk membuka dan membangun fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan penerangan jalan umum. Jika pengguna tidak bisa mengumpulkan koin pajak, maka jalan akan rusak, lampu jalanan menjadi padam, sampah menumpuk, dan munculnya monster dan misi pembangunan menjadi gagal; (5) dengan membeli Robux pada platform Google Play atau Apple App Store, secara otomatis gen Z sudah mempraktikkan loyalitasnya dalam berkontribusi pada negara dalam Pajak Pertambahan Nilai (PPN 11%) secara digital serta dalam marketplace fee, yaitu potongan sekitar 30% dari setiap transaksi yang otomatis diambil Roblox dan disetorkan pada negara. Hal ini seperti pajak platform digital yang berkembang baru-baru ini; (6) developer exchange (DevEx) merupakan salah satu fitur dalam Roblox dimana kreator game dapat menghasilkan uang sungguhan jika banyak orang yang menggunakan gamenya. Setelah uang ditarik, maka kreator game telah menjadi objek pajak yang harus memenuhi kewajibannya pada negara; (7) berkolaborasi dengan berbagai konten kreator dari berbagai platform sosial media untuk membuat konten edukasi yang unik dan menarik tentang kesadaran pajak.

Baca juga:  Penguatan Pendidikan Karakter Melalui LISA Pada Mapel PPKn

            Penulis optimis, jika terobosan baru ini mampu diimplementasikan, maka kesadaran gen Z akan pajak akan meningkat pesat. Untuk mengenalkan pajak pada gen Z, alih-alih menggunakan metode seminar, workshop, atau visualisasi yang konvensional lebih efektif jika memanfaatkan gamifikasi dan digital. Implementasi kesadaran pajak dapat dilakukan dengan melibatkan pengalaman dan petualangan interaktif dalam game Roblox yang out of the box. Roblox mengajarkan gen Z bahwa kontribusi pajak bukan sekadar membangun kewajiban masa depan tetapi juga mempersiapkan kelayakan hidup yang mapan. Roblox sangat ampuh bagi gen Z untuk mengubah persepsinya bahwa pajak bukanlah sebuah beban tetapi sebagai bentuk konstruksi kenyamanan. Pajak bukanlah pungutan tetapi kontribusi yang membanggakan.

 

Oleh : Khamalida Fitriyaningsih, S.Pd. (Guru SMA Negeri 1 Slawi)


TERKINI

Rekomendasi

Lainnya