26 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Solo Safari, Ketika Ikon Lama Bangkit dengan Wajah Baru

JATENGPOS.CO.ID,  SOLO– Udara pagi di tepian Bengawan Solo membawa aroma tanah basah setelah semalam diguyur hujan. Dari kejauhan, terdengar riuh tawa anak-anak bercampur dengan lengkingan burung merak yang melebarkan ekornya.

Di sebuah kandang terbuka, jerapah menjulurkan leher panjangnya, menerima daun segar dari tangan mungil bocah yang terkekeh girang. Sementara itu, keluarga muda duduk santai di taman hijau yang tertata rapi, menikmati kudapan ringan sambil sesekali membidikkan kamera ponsel. Inilah wajah baru Solo Safari, kebanggaan baru warga Solo yang lahir dari kenangan lama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Bagi pengunjung, pengalaman di sini lebih dari sekadar rekreasi. “Anak-anak saya senang sekali lihat satwa, terutama harimau dan burung-burung. Mereka bisa belajar sambil bermain, jadi liburannya terasa lebih bermakna,” ujar Andik (40), wisatawan asal Semarang.

Hal senada diungkapkan Agus (45), warga Solo, yang mengaku tak kalah bangga. “Dulu Jurug terkesan biasa saja. Sekarang berubah total. Fasilitasnya nyaman, bersih, dan cocok sekali untuk piknik keluarga. Rasanya Solo naik kelas dengan adanya Solo Safari,” tukasnya.

Baca juga:  Sukses Amankan Kelistrikan Natal, Dirut PLN Pimpin Siaga Pergantian Tahun

Transformasi TSTJ menjadi Solo Safari resmi dimulai awal 2023 melalui kolaborasi Pemerintah Kota Surakarta dan Taman Safari Indonesia. Perubahan ini tidak hanya soal nama, tetapi sebuah lompatan menuju destinasi wisata yang modern, edukatif, sekaligus ramah keluarga.

Dampaknya langsung terasa. Statistik Pariwisata Jawa Tengah 2023 mencatat pendapatan Solo Safari melonjak hingga 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam sepuluh bulan pertama, lebih dari 500 ribu pengunjung memadati kawasan ini, dan hingga akhir tahun diproyeksikan hampir menyentuh angka 600 ribu.

“Kehadiran Solo Safari telah membawa dampak besar bagi pariwisata Kota Solo. Kota ini kini tidak hanya mengandalkan wisata budaya dan kuliner, tetapi juga punya destinasi keluarga modern sesuai tren rekreasi kekinian. Lonjakan kunjungan turut menggerakkan hotel, transportasi, hingga UMKM,” ungkap Alexander Zulkarnain, CMO Taman Safari Indonesia.

Baca juga:  Wilayah Semarang Banjir, Pertamina Pastikan Layanan dan Fasilitas Operasional Tetap Berjalan

Tak heran, setiap musim liburan dan hari besar nasional, kawasan ini menjadi magnet utama. Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, jumlah pengunjung bisa melonjak 3–5 kali lipat saat Lebaran, Natal, atau Tahun Baru. Banyak wisatawan sengaja memperpanjang masa libur mereka, memadukan kunjungan ke Solo Safari dengan belanja batik, wisata kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan budaya kota.

Kini, ikon lama yang sempat redup itu kembali bersinar. Solo Safari bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi Solo, dari hotel hingga pedagang kaki lima. Dengan wajah baru ini, Solo tampil kian lengkap: budaya, sejarah, kuliner, dan wisata keluarga modern yang berpadu dalam satu kota.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...

Re.juve Gelar Fun Run dan Health Talk

Sambut HUT ke-32, JNE Buat Mural Bareng...

39 Ribu Penumpang Gunakan KA di Daop...

Makin Nyaman Trabas Pakai Honda CRF150L