JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Baru-baru ini banyak karangan bunga yang terpajang di pintu masuk Pendapa Kabupaten Kudus. Bukan ucapan ulang tahun atau sukses. Melainkan karangan bunga itu untuk memberi dukungan kepada pemerintah daerah setempat, agar Kota Kretek tanpa diwarnai demo yang berujung anarki dan selalu dalam kondisi baik-baik saja.
Pantauan dilokasi, puluhan karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat itu diantaranya bertuliskan ‘KUDUS DAMAI MARI JAGA KOTA KITA JANGAN MAU DIPROVOKASI DAN DIADU DOMBA DARI KELOMPOK BURUH KUDUS’.
Menanggapi kiriman karangan bunga tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Birton pun mengucapkan terima kasih. Menurutnya, karangan bunga tersebut merupakan bentuk dukungan dari masyarakat kepada Pekab Kudus.
‘’Karangan bunga ini menjadi bukti bahwa warga Kabupaten Kudus itu lebih cinta damai,’’ ujarnya.
Sam’ani menilai, karangan bunga itu menunjukkan warga Kudus, yang tidak ingin situasi wilayah Kota Kretek yang aman dan kondusif ini dinodai oleh aksi-aksi yang bisa menimbulkan keresahan banyak pihak.
‘’Jika ingin menyampaikan aspirasi, kami persilakan disampaikan dengan santun dan tidak merusak fasilitas umum,’’ tegasnya.
Pihaknya juga mempersilahkan semua elemen masyarakat di Kudus, yang ingin menyampaikan aspirasinya dengan jalan dialog bersama Bupati dan Wabup Kudus. Kemudian akan dijadwalkan untuk audiensi ataupun berdiskusi di Pendapa Kabupaten Kudus.
‘’Siapapun kami layani. Semua elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi lewat audiensi kami terima. Nantinya diatur jadwalnya,’’ katanya.
Sam’ani menegaskan, Pemkab Kudus terbuka dengan kritik dan masukan, sehingga akan diterima dengan lapang dada. Bahkan Pendapa Kabupaten Kudus, juga dipersilakan dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat karena milik rakyat. Sedangkan pemanfaatannya, tentu harus dijadwalkan agar tidak berbarengan dengan lainnya.
‘’Jadi nanti diatur jadwal penggunaan Pendapa Kudus agar tidak berbarengan,’’ jelasnya. (han/rit)

