27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Polda Jateng Pastikan Proses Hukum Dosen FH Unissula Diduga Aniaya Dokter Tugas RSI Sultan Agung

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) responsif menyelidiki dugaan kasus penganiayaan dilakukan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Muhammad Dias Saktiawan terhadap Astrandaya Ajie, dokter anestesia di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

Laporan tersebut dikirim Tim dr Astra  ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng pada Jumat (12/9/2025). Kini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng sedang melakukan penyelidikan atas kasus tragedi kemanusiaan tersebut.

Ditreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, laporan dugaan penganiyaan itu sudah diterima penyidik.

“Kami (terima laporan) di Krimum Polda pada Senin (15/9/2025),” kata Dwi saat dikonfirmasi soal laporan tersebut

Selanjutnya, kata Dwi, penyidik Polda Jateng akan menindaklanjuti laporan dr Astra yang mirip kasus intimidasi dokter RSUD Sekayu yang dialami dr Syahpri Putra Wangsa oleh keluarga pasien tersebut.

Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Komisaris Besar (Kombes) Artanto memberikan pernyataan yang sama. Polda Jateng tak segan melakukan penyelidikan dan menindak tegas pelaku dalam kasus yang viral menjadi topik perbincangan di media sosial (medsos) itu.

“Saat ini sedang ditangani oleh penyidik Ditreskrimum guna dilakukan penyelidikannya,” kata Kombes Artanto kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).

Baca juga:  Tim Sparta Amankan Pemuda Diduga Hendak Tawuran dan Pesta Miras

Tim hukum dr Astra dalam keterangan menyampaikan kliennya mengalami luka dan trauma psikis akibat dugaan kekerasan oleh dosen FH Unissula. dr Astra pun telah menyampaikan aduan ke Polda Jateng.

Ketua Tim Hukum, Mirzam Adli, menyebut, kondisi kliennya tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga terganggu secara psikis sehingga tim hukum belum bisa banyak menggali keterangan.

“Kami nggak mau banyak menggali dulu, nggak mau banyak bertanya dulu, karena psikis klien kita sekarang posisinya agak terganggu,” kata Mirzam saat dihubungi, Senin (15/9/2025).

Ia mengatakan, dr Astra kini menjalani cuti karena khawatir gangguan tersebut bisa memengaruhi pekerjaannya sebagai dokter anestesi.

“Dia minta cuti karena misal sebagai seseorang, dia misalnya ada luka di tangan, kalau dia masukin jarum bius ke sana, kalau tangannya gemetar gimana?. Memang ada luka, kalau saya lihat itu agak dalam ya lukanya. Entah itu pastinya luka kena benda tumpul, apa kena benda tajam masih kurang paham, nanti diserahkan aja ke forensik,” ujarnya.

Mirzam menegaskan, hingga saat ini belum ada komunikasi dari pihak terlapor kepada tim kuasa hukum. Menurutnya, permintaan maaf juga belum pernah disampaikan secara resmi kepada dr Astra maupun pengacaranya usai pelaporan.

Baca juga:  Polisi Selidiki Dugaan E-Warung Fiktif di Sragen

Mirzam menandaskan, pihaknya percaya penuh kepada aparat kepolisian untuk memproses perkara ini secara hukum. Ia berharap kasus ini menjadi perhatian agar tenaga kesehatan tidak lagi mengalami intimidasi maupun kekerasan saat bertugas.

Dekan FH Unissula, Jawade Hafidz, angkat bicara soal kasus dugaan kekerasan dosennya terhadap dokter anestesi di RSI Sultan Agung Semarang. Ia menegaskan, kasus tersebut seharusnya dilihat sebagai persoalan antara pasien dan tenaga medis di rumah sakit, bukan urusan institusi kampus.

Jawade menambahkan, kasus yang terjadi antara Dias Saktiawan dan dr. Astra merupakan kasus antara dokter dengan pasien. Pelaku disebut saat itu ke RSI sebagai suami dari istrinya yang melahirkan.

“Kasus ini merupakan satu peristiwa yang terjadi di rumah sakit antara pasien dan suaminya dengan tenaga medis di rumah sakit. Jadi tidak bisa mengkait-kaitkan dengan institusi di luar rumah sakit,” kata Jawade di Unissula, Kecamatan Genuk, Senin (15/9), sebagaimana dilansir dari detikcom.

“Maka penyelesaiannya di rumah sakit, di RSI, tidak dibawa keluar ke universitas dan saya tidak mau masukin wilayah itu,” katanya. (dbs/muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...