30 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Bahasa Global, Nilai Lokal: NPEC SMP Nasima 2025 Tempa Generasi Tangguh

SUASANA pagi di Kyarra Dormitory, Pare, Kediri, dimulai lebih cepat dari biasanya. Jam baru menunjukkan pukul 04.00, namun ratusan siswa kelas VII SMP Nasima sudah bergegas bangun untuk memulai hari dengan doa, shalat berjamaah, dan deretan aktivitas belajar.

Bagi mereka, dua pekan ini bukan sekadar rutinitas sekolah biasa. Mereka tengah menjalani Nasima-Pare English Camp (NPEC) 2025, mulai 7 – 19 September 2025 program unggulan tahunan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan bahasa Inggris sekaligus membentuk karakter.

Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, S.Pd., MM., mengatakan, NPEC diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA Nasima, dengan fokus berbeda di tiap jenjang. Untuk siswa kelas VII SMP, pembelajaran diarahkan pada penguasaan General English.

“Orientasi utamanya adalah penguatan listening, speaking, reading, writing, dan communication. Semua siswa mendapatkan asesmen menyeluruh dan pembelajaran berbasis level kemampuan,” katanya.

FIELD TRIP- Para peserta Nasima-Pare English Camp (NPEC) 2025 juga diberi pengalaman budaya dan sejarah, dengan berkunjung ke Candi Tegowangi, situs peninggalan Kerajaan Majapahit. FOTO : SMP NASIMA/ANING KARINDRA/JATENG POS

 

Sedangkan untuk kelas IX, lanjut Yudina, fokus utama adalah persiapan menghadapi TOEFL. Hasil tes tersebut akan menjadi bekal resmi bagi siswa untuk melanjutkan studi maupun meraih peluang beasiswa di masa depan.

“Dengan sertifikat TOEFL, siswa punya modal kuat baik untuk kuliah di luar negeri maupun bersaing di dunia kerja multinasional,” ujarnya.

Baca juga:  Buka GIIAS 2022, Airlangga : Insentif Pemerintah Disambut Positif Lewat Mobil Listrik

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Dr. Indarti, M.Pd., menuturkan, program yang sempat terhenti selama pandemi ini pertama kali dilaksanakan pada 2019. Hingga kini, NPEC telah menjadi program wajib bagi siswa SD kelas V, SMP kelas VII dan IX, serta SMA kelas X dan XII.

“Selain mengasah skill bahasa, NPEC juga membentuk kemandirian, religiusitas, dan kekompakan. Investasinya sudah termasuk dalam anggaran sekolah, karena kami memandang ini sebagai kebutuhan jangka panjang,” tutur Indarti.

KELAS SPEAKING- Peserta Nasima-Pare English Camp (NPEC) 2025 sedang mengikuti kelas speaking bersama Coach Hero. FOTO : SMP NASIMA/ANING KARINDRA/JATENG POS

Selama 13 hari, siswa mengikuti jadwal yang ketat namun menyenangkan. Setelah shalat Subuh, mereka langsung belajar Scripted Communication, dilanjutkan dengan kelas Speaking & Pronunciation, Study Club, hingga sesi malam bertajuk Integrated Speaking.

Meski padat, suasana tetap cair dan interaktif. Para coach menyiapkan berbagai tema debat dan percakapan yang dekat dengan dunia remaja, membuat siswa lebih berani berbicara dan mengasah percaya diri.

“Awalnya saya gugup, tapi lama-lama jadi terbiasa. Kami belajar dalam kelompok kecil, bermain, berolahraga, dan tetap menjalankan ibadah tepat waktu. Jadi meski padat, justru seru dan bikin betah,” ungkap Danish Maulana Ghossan, peserta kelas VII, yang akrab disapa Lana.

Baca juga:  Diikuti 22 Ribu Pemilih, Pemilu IA ITB Digelar Pekan ini

Lokasi kegiatan di Kyarra Dormitory juga mendukung keberhasilan program. Berada di jantung Kampung Inggris Pare, asrama ini memiliki lingkungan hijau, fasilitas olahraga, ruang kelas berbasis IT, hingga aula serbaguna. Semua dirancang untuk membuat siswa fokus belajar tanpa kehilangan kenyamanan.

MENGAJI – Setiap Ba’da Ashar peserta NPEC melakukan kegiatan mengaji dalam kelompok-kelompok kecil bersama pendamping. FOTO : SMP NASIMA/ANING KARINDRA/JATENG POS

“Asrama ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga pusat pembelajaran yang menyeimbangkan produktivitas dan kesehatan. Anak-anak bisa belajar intensif dalam suasana yang segar dan menenangkan,” tukas Indarti.

Tidak hanya belajar di kelas, siswa juga diberi pengalaman budaya dan sejarah. Pada tanggal 17, mereka mengenakan busana Jawa sebagai simbol pelestarian tradisi, sementara di akhir program mereka diajak berkunjung ke Candi Tegowangi, situs peninggalan Kerajaan Majapahit.

Dengan desain program yang menyatukan pembelajaran akademis, religiusitas, olahraga, hingga kebudayaan, NPEC menjelma sebagai wadah pembentukan generasi muda yang tangguh. Bagi siswa SMP Nasima, pengalaman ini akan selalu menjadi bagian penting dari perjalanan tumbuh mereka.(Aning Karindra)


TERKINI

Rekomendasi

...