JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Di tengah ramainya protes di media sosial terkait penggunaan strobo dan sirene yang dikenal dengan istilah “Tot Tot Wuk Wuk”, Bupati Sukoharjo Hj. Etik Suryani, S.E., M.M., justru menunjukkan sikap berbeda. Sejak dilantik pada 2019, ia konsisten tidak menggunakan mobil pengawalan untuk kegiatan dinas sehari-hari.
Sikap ini sama seperti pendahulunya, Wardoyo Wijaya, yang juga tidak pernah memakai pengawalan selama menjabat. Di jalanan, mobil dinas Bupati Etik melaju layaknya kendaraan masyarakat biasa, bahkan ikut berhenti saat lampu merah.
Menurut Bupati Etik Suryani, keputusannya ini didasari alasan sederhana. “Jalanan di Kabupaten Sukoharjo itu relatif lancar, jadi saya rasa belum perlu menggunakan pengawalan,” ungkap Bupati Etik pada wartawan Senin (22/09).
Ia juga menambahkan, dengan tidak menggunakan pengawalan, ia dapat lebih leluasa berinteraksi dengan masyarakat. “Tidak jarang saat perjalanan dinas ke desa-desa, mobilnya berhenti untuk menyapa masyarakat,” jelasnya.
Namun, Etik menegaskan, bukan berarti pengawalan tidak pernah digunakan sama sekali. Dalam situasi darurat atau sangat mendesak, seperti menuju lokasi bencana, pengawalan tetap diperlukan untuk memastikan kelancaran di jalan.
Sikap Bupati Etik Suryani ini menjadi contoh nyata kepemimpinan yang merakyat dan peduli pada ketertiban publik, sekaligus menjawab keresahan yang selama ini disuarakan masyarakat. (dea/rit)



