JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Kasus puluhan siswa SDN 01 Ungaran mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respon dari Bupati Semarang H Ngesti Nugraha.
Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Semarang akan melakukan koordinasi dengan korwil perihal pelaksanaan MBG sesuai dengan SOP yang ada.
Diantaranya, mulai dari batas waktu menyiapkan makanan hingga sampai ke siswa, kelengkapan SLHS melalui Dinas Kesehatan, uji laboratorium penggunaan sumber air hingga kelengkapan alat pelindung diri baik saat menyajikan dan ahli gizi, accounting hingga karyawan lainnya
Bupati juga mengingatkan pentingnya menggunakan air yang steril, agar lebih dulu dipastikan kelaikannya baik sumber mata air maupun dari PDAM.
“Tidak direkomendasikan memasakan menu MBG menggunakan air PDAM. Tapi sekedar untuk mencuci dan pembersihan terakhir. Sedangkan memasak harus menggunakan air galon,” ujarnya.
Bupati meminta agar lama menu selesai dimasak hingga penyajian agar tidak lebih dari tiga jam. Resikonya sangat besar masakan jadi basi jika tenggat waktunya terlalu lama hingga pendistribusian.
“Waktu masak sampai dengan distribusi sampai dengan dimakannya kita minta paling lama tiga jam. Itu harus sudah sampai tempat,” tegasnya saat ditemui di Kantor Bupati Semarang.
Ngesti Nugraha menjelaskan yang tidak kalah penting minta untuk adanya surat keterangan sehat. Para pekerja diwajibkan harus menyertakan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit yang terdekat.
Hal ini untuk memastikan bahwa pekerja itu juga tidak mempunyai penyakit yang bisa menular. Misalnya virus TBC atau virus menular lainnya, ia meminta kepada SPPG untuk melaksanakan SOP tersebut.
“Termasuk pembinaan dari SPPG ke SPPI baik itu hubungan dengan mitra, harus sesuai SOP karena berdampak pada hasil makanan yang diolah,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 20 siswa SD Negeri Ungaran 01 Kabupaten Semarang mengalami mual muntah dan pusing setelah menyantap MBG yang disuguhkan, Selasa (30/9/2025) siang.
Atas kejadian memilukan ini tersiar kabar diterima awak media, bahwa rencana Rabu (1/10/2025) hari ini perwakilan siswa SDN 1 Ungaran akan mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah untuk menyatakan tegas menolak pemberian menu MBG yang diprogramkan pemerintah.
“Setelah ada kejadian, kami langsung memanggil petugas puskesmas untuk penanganan para siswa. Semua sudah diberi obat, tapi ada dua siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Kepala Sekolah SD Negeri Ungaran 01, Irmayani.
Kemudian, lanjutnya, sampel sisa makanan diduga menyebabkan siswa keracunan diambil oleh petugas Dinas Kesehatan dan Polres Semarang untuk penanganan lebih lanjut.
Irmayani mengatakan, siswa yang membutuhkan perawatan karena mengalami mual, pusing, muntah, dan sesak napas berasal dari kelas 2, 3, 4, dan 5.
“Terjadi secara serentak, sehingga kami memanggil petugas puskesmas untuk penanganan setelah ada laporan dari guru kelas,” ungkapnya. Diketahui, menu MBG di sekolah tersebut dikirim oleh SPPG Happy Berkah Bersaudara di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur. (muz)



