26 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Petugas Gabungan Bantu Warga dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Banjir Genuk

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Curah Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang sejak Selasa (21/10) hingga Rabu (22/10/2025) menyebabkan sejumlah titik di wilayah hukum Polsek Genuk tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Berdasarkan laporan resmi hingga Kamis (23/10) pukul 07.15 WIB, beberapa kelurahan di Kecamatan Genuk masih terendam, meski kondisi cuaca terpantau mulai cerah.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto menjelaskan, genangan air terpantau hampir di seluruh wilayah Genuk, termasuk area perkantoran, permukiman, serta jalan utama.

Selain itu, di Mako Polsek Genuk, air setinggi ±20 cm masuk ke dalam ruangan, sementara di halaman markas ketinggian mencapai ±40 cm.

“Wilayah Kelurahan Genuksari menjadi salah satu titik terparah, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 sentimeter, sedangkan di Kelurahan Trimulyo, genangan mencapai 70–90 sentimeter di kawasan industri dan jalan utama kecamatan,” ujar Kompol Rismanto.

Tidak hanya itu, genangan air juga terjadi di sejumlah lokasi lain, antara lain:

Jl. Raya Woltermonginsidi dan Jl. Ratan Cilik, Kel. Banjardowo dengan ketinggian air 10–25 cm. Kel. Gebangsari, Jl. Padi Raya setinggi ±50 cm. Kel. Sembungharjo, Jl. Raya Sembungharjo–Kudu setinggi ±20 cm.

Baca juga:  BAZNAS Mentasyarufkan Al-Quran di SMK Widya Praja Ungaran

Kel. Bangetayu Kulon sepanjang Jl. Raya Muktiharjo setinggi ±60 cm. Kel. Terboyo Wetan, kawasan industri Terboyo Megah dengan ketinggian 40–90 cm, serta permukiman warga RW 1 dan RW 2 antara 30–50 cm.

Depan Pos Lantas Eks Terminal Terboyo, ketinggian air sekitar ±40 cm.

Kapolsek Genuk juga menerangkan, bahwa penyebab utama genangan ini, adalah curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua hari berturut-turut sehingga sistem drainase di beberapa titik tidak mampu menampung debit air.

“Kami bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah cepat, di antaranya, .elaksanakan pengaturan lalu lintas (gatur lalin) di sejumlah titik rawan, memberikan imbauan dan bantuan langsung kepada warga serta pengguna jalan yang terjebak genangan,” terangnya.

Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan BBWS untuk mengoptimalkan kinerja pompa air di Kali Babon, Kali Sringin, Kali Tenggang, dan bawah jembatan Tol Kaligawe.

“Koordinasi juga kami lakukan dengan Forkopimcam, para lurah, dan potensi masyarakat setempat untuk penanganan bersama,” tandasnya.

Baca juga:  Tani Merdeka Eks Karesidenan Semarang Dukung Sudaryono Maju Pilgub Jateng

“Di sejumlah lokasi genangan air, kami juga membantu warga yang kendaraannya mogok akibat banjir, terutama di kawasan depan RS Sultan Agung,” imbuhnya.

Guna mengurai kemacetan, petugas telah melakukan rekayasa arus lalu lintas di Simpang Genuksari karena arah barat sempat lumpuh total.

“Arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif Jl. Wolter Monginsidi, sementara masyarakat diminta tetap berhati-hati karena genangan di titik tersebut masih mencapai 30 cm,” paparnya.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat banjir. Namun, arus lalu lintas di Jalan Semarang–Demak (Pantura) terpantau tersendat akibat banjir rob di wilayah Sayung, Demak, serta genangan di Jl. Wolter Monginsidi yang memperlambat laju kendaraan.

Meski sejumlah titik rawan banjir masih digenangi air. Namun, situasi umum wilayah hukum Polsek Genuk terpantau aman dan kondusif.

“Kami terus berupaya memantau perkembangan di seluruh titik genangan. Personel kami tetap siaga di lapangan untuk membantu warga dan menjaga kelancaran arus lalu lintas,” pungkas Kapolsek. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...