28 C
Semarang
Sabtu, 21 Februari 2026

Muhammadiyah Dicatut dalam Pemberitaan oleh Oknum Mengaku Wartawan, Ketua PDM Kabupaten Semarang Minta Warga Tetap Cerdas

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Menanggapi pemberitaan di sebuah media sosial yang menyebut organisasi Islam Muhammadiyah menyampaikan pernyataan terkait isu konflik oknum mengaku sebagai wartawan dengan pengusaha karaoke Paradise Bandungan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Semarang, Prof. Dr. KH. Muh. Saerozi, M.Ag., menyampaikan pernyataan resmi.

Prof Saerozi menekankan pentingnya kewaspadaan warga Muhammadiyah terhadap informasi yang berkembang, terutama isu yang mengaitkan organisasi Muhammadiyah dengan penistaan agama.

Menurut Prof Saerozi, beberapa hari terakhir, muncul laporan adanya sengketa antara seorang pengusaha karaoke di Bandungan dan seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan.

“Isu tersebut kemudian berkembang dan menimbulkan spekulasi negatif yang menjerumus ke ranah isu penistaan agama,” ujar Saerozi dalam keterangan imbauannya dikutip Selasa (27/10/2025).

Ia menegaskan bahwa sebagai warga negara yang cerdas dan anggota Muhammadiyah, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh oknum yang kurang bertanggung jawab. Imbauan ini ditujukan agar pimpinan Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah di Kabupaten Semarang waspada terhadap isu yang sedang bergulir.

Baca juga:  Festival Rawa Pening 2025, Digelar Tradisi Larung Sesaji

Pengurus dan warga diminta tetap tenang, kritis, dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum mempercayainya.

“Sebagai warga negara yang sudah cerdas, jangan mudah terprovokasi dengan oknum yang kurang bertanggungkawab. Ada berita yang mencatut nama Muhammadiyah tanpa konfirmasi,” tegasnya.

Dalam surat imbauan yang diterbitkan pada tanggal 27 Oktober 2025, PDM Kabupaten Semarang juga meminta warga untuk mengonfirmasi setiap informasi yang mencatut nama Muhammadiyah.

“Bila ada hal-hal yang mencurigakan dalam bentuk pemberitaan, perkataan, dan tulisan, segera hubungi Pimpinan Daerah untuk konfirmasi dan konsultasi,” tulis Saerozi.

Imbauan ini menekankan pentingnya langkah preventif untuk menjaga nama baik Muhammadiyah sekaligus mencegah timbulnya konflik sosial. PDM Kabupaten Semarang berharap agar seluruh warga tetap tenang dan menjaga solidaritas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.

Baca juga:  Keceriaan Siswa SDN 02 Kawengen Ungaran Ikuti Pawai Taaruf HSN

Prof Saerozi menambahkan bahwa komunikasi yang jelas dan keterbukaan antara warga dan pengurus Muhammadiyah menjadi kunci utama untuk menangkal isu negatif. Ia juga menegaskan bahwa organisasi Muhammadiyah tidak pernah terlibat dalam praktik atau tindakan yang dapat menimbulkan konflik, apalagi isu penistaan agama.

Saat dihubungi Prof Saerozi menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Semarang untuk mengetahui tingkat kondusifitas di masyarakat terkait isu tersebut. Ia meminta pelaku pembuat konten agar diusut terkait kebenaran dari apa yang telah dinarasikan dan disebarkan-luaskan ke publik.

“Kita langsung koordinasi dengan Bu Kapolres untuk menjaga kondusifitas di masyarakat. Kita minta agar pembuat konten diperiksa untuk mengetahui kebenaran konten yang dinarasikan dan sudah beredar luas,” tandasnya. (muz)



TERKINI

Pedagang Gultik, Raih Hadiah Tabungan Bima

Otak-atik Pajak Motor

Rekomendasi

...