29 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

Panggung Wayang Nonstop 24 Jam 28 Dalang Sambut Hari Wayang Nasional

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Menyambut Hari Wayang Nasional 2025, Sanggar Ki Wartoyo Langgeng Nusantara (SKWL) di Bulu, Tegalgiri, Nogosari, Boyolali, menggelar serangkaian acara budaya besar yang berlangsung selama dua hari, 7 dan 8 November 2025.

Ki Gondo Wartoyo, pemilik SKWL, menyatakan bahwa acara ini bertujuan utama untuk membangkitkan semangat dan menarik minat generasi muda terhadap seni wayang di tengah gempuran media sosial.

“Ini kita-kita ini bagaimana caranya untuk menarik anak-anak sekarang yang sudah sedikit meninggalkan wayang. Jadi kita edukasi dan kita bikin apa ya kayak film wayang,” ujar Ki Gondo.

Rangkaian acara akan dimulai pada Jumat, 7 November, dengan digelarnya Lomba Mewarnai atau Melukis Wayang yang melibatkan antusiasme luar biasa dari anak-anak.

“Udah lumayan banyak ini sekitar 200 sampai 300-an peserta ada,” kata Ki Gondo.

Baca juga:  Ini Penyebab Artis Senior Marissa Haque Meninggal Dunia

Anak-anak akan mewarnai empat tokoh wayang Punokawan. Selain lomba, mereka juga akan mendapatkan edukasi singkat mengenai nama dan karakter tokoh wayang serta panduan warna tradisional.

Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu, 8 November, melalui kegiatan Semarak Budaya 2025 berupa Pagelaran Wayang Panggung Jalan Nonstop 24 Jam.

“Kami menyiapkan panggung, sound system, pengrawit, pesinden, wayang, dan peralatan pagelaran. Yang mendalang dari berbagai daerah,” jelasnya.

Ki Gondo menyebutkan sudah ada sekitar 28 dalang yang mendaftar, berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, bahkan Jakarta. Pagelaran ini bukan berupa lomba atau festival, melainkan ajang silaturahmi bagi para dalang. Setiap dalang diberikan waktu maksimal 45 menit untuk pentas bebas memilih lakon. Peserta dalang juga mencakup anggota Polri dan TNI.

Baca juga:  Peserta KPP Semarang 2024 Siap dengan Performance All Out

Acara ini, yang juga akan dihadiri perwakilan dari Kementerian Kebudayaan, merupakan wujud upaya SKWL memberikan panggung kepada dalang-dalang muda, termasuk yang baru belajar.

“Alhamdulillah yang baru belajar pemula kita kasih panggung pasti dia semangat. Masalahnya dilihat orang tua, dilihat penonton yang banyak itu. Jadi untuk menyemangati anak-anak generasi penerus,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, setiap dalang yang pentas akan diberikan kenang-kenangan berupa udeng atau iket dan satu tokoh wayang. Selain pagelaran 24 jam, pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB, akan digelar kirab budaya yang melibatkan kuda dan dalang-dalang.

Ki Gondo berharap, selain upaya sanggar untuk melanggengkan wayang, adanya perhatian khusus dari pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian seni adiluhung ini di tengah tantangan zaman yang kian besar. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...