26 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Jawa Tengah Raih TPID Terbaik, PTBI 2025 Soroti Arah Ekonomi Baru

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Jawa Tengah menutup tahun 2025 dengan capaian penting pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Semarang, pada Jumat (28/11/2025). Dalam forum strategis tersebut, Jawa Tengah resmi meraih penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk wilayah Jawa–Bali, menandakan kuatnya koordinasi pengendalian inflasi dan stabilitas ekonomi daerah.

PTBI 2025 tersambung secara langsung dengan siaran nasional yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Gubernur BI, serta para Menteri Kabinet Merah Putih. Di Semarang, hadir pejabat daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, hingga mitra strategis ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa perekonomian global masih dihadapkan pada gejolak geopolitik. Namun, ekonomi Indonesia dianggap mampu bertahan berkat sinergi kebijakan dan koordinasi lintas otoritas yang konsisten.

Presiden Republik Indonesia mengapresiasi paparan BI yang dinilai akurat dan mencerminkan ketahanan ekonomi nasional. Presiden menekankan bahwa pembangunan infrastruktur hingga desa-desa harus dipercepat agar manfaat ekonomi dirasakan langsung masyarakat.

Baca juga:  Ini Tips Pasang Modem Wi-Fi XL Home agar Koneksi Internet Lebih Cepat dan Stabil

Dari sisi regional, Plh. Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Nita Rachmenia, memaparkan bahwa ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen pada triwulan III 2025. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari nasional sekaligus menandakan fundamental ekonomi yang solid.

Investasi Jawa Tengah hingga September 2025 mencapai Rp66,13 triliun. Melalui platform KERIS Jateng, industrialisasi digerakkan pada sektor tekstil, furnitur, makanan-minuman, energi terbarukan, hingga pariwisata yang menjadi motor ekonomi baru.

Sinergi TPID, BI, dan pemerintah daerah berhasil menjaga inflasi dalam rentang sasaran 2,5 ±1 persen. Ekosistem digital juga makin meluas dengan lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS serta hampir 1 miliar transaksi non tunai hingga Oktober 2025.

Untuk 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 4,9–5,7 persen. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap risiko global yang dapat mengganggu stabilitas harga dan produksi.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Agus Prasutio, menyampaikan pentingnya penguatan UMKM, digitalisasi, dan pengendalian pangan secara menyeluruh. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi modal utama agar ekonomi daerah semakin tangguh.

Baca juga:  Peringati Hari Diabetes Sedunia, Peserta JKN-KIS Bisa Cek Gula Darah Gratis

BI Jateng menegaskan komitmen pendalaman ekosistem digital, pembiayaan inklusif, dan transformasi sektor strategis. Langkah ini diharapkan menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat industri nasional sekaligus penopang pangan Indonesia.

PTBI 2025 juga memberikan apresiasi kepada 15 mitra strategis BI dari berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga Penyedia Jasa Pembayaran. Penghargaan ini menegaskan bahwa kemajuan ekonomi harus didukung kolaborasi konkret, bukan hanya kebijakan.

Capaian TPID Terbaik menjadi penanda bahwa Jawa Tengah telah menemukan arah kebijakan ekonomi baru yang berbasis sinergi, data, dan inovasi. Arah inilah yang akan menjadi fondasi menuju tahun ekonomi 2026 yang lebih kompetitif dan berdaya tahan.

“Sinergi dan kolaborasi akan terus menjadi arah baru ekonomi Jawa Tengah,” tegas BI Jateng dalam penutupan PTBI 2025.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...