Lahirkan Seragam Identitas Khas Buatan Sendiri
JATENGPOS.CO.ID– Semangat kreatif dan jiwa kewirausahaan kini semakin dipupuk di lingkungan sekolah. SMP Negeri 3 Ngawen, Kabupaten Blora, resmi meluncurkan program inovatif bertajuk SASI SAKA (SAtu SIswa SAtu KArya) yang dilaksanakan pada masa jeda Assesmen Sumatif Akhir Semester Gasal 2025/2026. Program ini dirancang untuk mengasah bakat dan keterampilan siswa dalam menciptakan karya tekstil sederhana dengan teknik SIRKAT (siSIR dan siKAT), yang hasilnya akan dijadikan sebagai seragam identitas khas sekolah.

Kepala SMPN 3 Ngawen, Dwi Suryono Putro, S.Pd., dalam pernyataanya menekankan bahwa SASI SAKA hadir sebagai wadah eksplorasi bagi siswa. “Tujuan utama kami adalah menggali kreativitas siswa sekaligus membekali mereka dengan keterampilan membuat karya tekstil yang sederhana dan aplikatif. Kami ingin mengajak mereka memanfaatkan bahan-bahan di lingkungan sekitar, yang mungkin terlihat biasa, namun bisa diolah menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi dan kebanggaan,” ujarnya. Tak lupa dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para guru yang sangat semangat membimbing dan mendampingi siswa siswi dalam pelaksanaan program SASI SAKA ini.
Teknik SIRKAT sendiri menjadi ciri khas program ini merupakan metode pewarnaan dan pembuatan pola kain dengan memanfaatkan alat sederhana seperti sisir dan sikat. Pendekatan ini dipilih agar mudah dipelajari, minim biaya, dan mendorong inovasi dari alat serta bahan yang tersedia di sekitar.
Menariknya, untuk mendukung kelancaran program, sekolah tidak berjalan sendiri. SMPN 3 Ngawen menggandeng mitra strategis sebagai pendukung pendanaan dan pembinaan teknis. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan program yang realistis dan berkelanjutan, tidak hanya sebagai kegiatan proyek sesaat.

Antusiasme siswa pun tampak menyala. Selama ini, mereka belum memiliki seragam khusus yang menjadi identitas pembeda di berbagai kegiatan. “Kami sangat senang akhirnya bisa punya seragam identitas sendiri, apalagi dibuat oleh tangan kami. Ini jadi ajang unjuk kreativitas,” ungkap salah satu siswa peserta program, dengan wajah penuh semangat.
Kepala sekolah berharap besar agar program SASI SAKA ini dapat terus berjalan dan berkembang ke depannya. “Harapan kami, ini bukan akhir, tapi awal yang baik. Kedepan, karya siswa tidak hanya untuk seragam internal, tapi mungkin bisa dikembangkan menjadi produk usaha yang lebih luas, menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini,” pungkas Dwi Suryono.
Program SASI SAKA di SMPN 3 Ngawen ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dan penguatan profil lulusan dapat diimplementasikan secara konkret, memadukan seni, ketrampilan hidup, dan potensi lokal untuk menciptakan generasi yang kreatif serta mandiri.






