JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Komitmen negara memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan terus diperkuat menjelang akhir 2025. Ribuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan kepada peserta didik madrasah di Kabupaten Magelang melalui jalur aspirasi DPR RI, Selasa (23/12/2025). Hal ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Penyaluran bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan serap aspirasi yang dihadiri ratusan wali murid. Beasiswa PIP tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi juga menjadi penopang utama agar mimpi anak-anak madrasah tidak terhenti di tengah tantangan ekonomi dan perubahan zaman.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa negara hadir tanpa membedakan latar belakang lembaga pendidikan, baik sekolah umum maupun madrasah, dalam menjamin masa depan generasi muda.
“PIP adalah wujud kehadiran negara. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya. Pendidikan adalah hak dasar yang wajib dijaga,” tegasnya di Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Legislator dari Dapil Jawa Tengah VI menekankan bahwa kondisi ekonomi orang tua tidak boleh menjadi batas bagi cita-cita anak. Pendidikan, menurutnya, merupakan kunci utama transformasi sosial dan mobilitas generasi.
“Kalau hari ini orang tua bekerja sebagai petani, bukan tidak mungkin anak-anaknya kelak menjadi insinyur, teknokrat, atau ulama besar. Semua itu bisa dicapai jika akses pendidikan dijaga sejak dini,” ujarnya memotivasi para wali murid.
Selain dukungan pembiayaan, ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan anak di era digital. Bantuan pendidikan, kata dia, harus diimbangi dengan pengawasan karakter dan pendampingan yang kuat dari orang tua.
“Negara membantu biaya sekolah, tetapi orang tua adalah penjaga utama di rumah. Awasi penggunaan gawai dan media sosial agar anak-anak tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” pesannya.
Kegiatan reses ini juga menjadi ruang dialog terbuka. Berbagai aspirasi warga terkait penguatan lembaga keagamaan, perlindungan anak, dan akses bantuan sosial turut disampaikan dan akan diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di tingkat pusat.
Kepala Desa Bigaran, Roh Syaifudin Zuhri, menyampaikan apresiasi atas tersalurnya bantuan PIP kepada ratusan warganya. Ia menilai program tersebut menjadi angin segar bagi keluarga penerima manfaat.
“Kami berterima kasih atas bantuan PIP ini. Sangat membantu warga kami dan memberi harapan baru bagi masa depan anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan. “Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk anak-anak. Tidak boleh ada lagi anak putus sekolah karena alasan biaya,” pungkasnya.(*)

