JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., menyoroti urgensi pembentukan Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini disampaikan saat menghadiri pengukuhan Destana Desa Siwal di Kecamatan Baki, Senin (29/12/2025).
Wabup Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Desa Siwal. Ia menekankan bahwa pembentukan Destana ini sangat penting sebagai langkah awal kesiapsiagaan penanggulangan bencana di tingkat tapak, sesuai dengan instruksi Bupati Sukoharjo.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mendukung dan mengapresiasi kegiatan malam ini. Suatu kemajuan di Desa Siwal telah membentuk relawan Destana sesuai instruksi Ibu Bupati Sukoharjo,” ujar Wabup.
Namun, Eko Sapto Purnomo mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kemajuan pembentukan Destana di Sukoharjo masih perlu ditingkatkan. Dari total 167 desa/kelurahan, baru 45 wilayah yang telah memiliki relawan Destana.
“Kami berharap pembentukan Destana ini ada di seluruh desa. Kami mengharapkan upaya percepatan agar semua wilayah memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana lokal,” tegasnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyoatmojo, S.H., menambahkan bahwa setelah terbentuk, kunci keberhasilan Destana terletak pada peningkatan kapasitas. Pihaknya siap membantu dengan menyediakan fasilitator dan menggarisbawahi perlunya agenda pelatihan secara berkala, termasuk pengoperasian alat dan identifikasi potensi bencana.
Dengan adanya Destana di setiap desa, diharapkan penanganan dini terhadap potensi bencana seperti angin puting beliung, banjir, dan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh relawan lokal.
Sentot Maryanto, perwakilan relawan Baki, menyebutkan potensi bencana di Desa Siwal antara lain angin puting beliung, banjir, dan kebakaran. Pihaknya bersama seluruh relawan Destana yang ada di Kecamatan Baki menyatakan kesiapan mereka dalam penanganan kebencanaan, khususnya di wilayah Baki.
Dalam sesi kemanusiaan, Relawan Baki juga melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatra dan Aceh, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.250.000. Dana tersebut diperoleh dari aksi seni bersama kelompok seni Reog Singo Mangesti dan Singo Putih dari Gentan, dan selanjutnya akan disalurkan melalui BPBD Kabupaten Sukoharjo. (dea/rit)



