25 C
Semarang
Sabtu, 3 Januari 2026

Dukung Sport Tourism, KONI Solo Susun Kalender Tahunan

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta memulai langkah strategis untuk membenahi ekosistem olahraga lokal melalui penyusunan kalender event olahraga tahunan.

Inisiatif ini diambil guna menghindari benturan jadwal kompetisi yang selama ini kerap terjadi, sekaligus memaksimalkan kontribusi sektor olahraga terhadap perekonomian daerah (Sport Tourism).

Ketua KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, mengungkapkan bahwa selama ini penyelenggaraan acara olahraga di Solo belum terjadwal secara sistematis.

“Selama ini event olahraga belum tersusun dengan baik. Bahkan dalam satu hari bisa ada tiga hingga lima event yang saling berbenturan,” ujar Her Suprabu, Senin (29/12).

Melalui kalender event baru, seluruh agenda pertandingan dan kejuaraan akan dipetakan secara merata dari Januari hingga Desember. Penjadwalan yang rapi ini diharapkan memiliki dampak signifikan pada sektor ekonomi.

“Jika event tersebar setiap bulan, dampaknya bisa dirasakan UMKM, hotel, penginapan, hingga sektor jasa secara lebih merata, tidak menumpuk di satu periode saja,” jelasnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Jum'atan di Karanganyar, Jamaah Berebut Salaman di Dalam Masjid 

Selain penataan jadwal, KONI Surakarta juga serius mendorong pengembangan konsep sport tourism dengan meniru pola sukses di daerah lain, salah satunya Kota Malang. KONI kini aktif berkolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta, yang tidak hanya dilibatkan sebagai sponsor, tetapi juga penyedia fasilitas.

Her Suprabu menyebut, beberapa perusahaan telah menunjukkan minat, seperti Solo Square yang sedang membangun rooftop yang dirancang untuk event olahraga, serta rencana pengembangan fasilitas basket dan panjat tebing.

Ia menegaskan, olahraga ke depan harus menjadi aktivitas yang dapat diakses dan dinikmati masyarakat luas, bukan sekadar tontonan.

Di tengah upaya pembenahan, KONI Surakarta juga menghadapi tantangan pemangkasan anggaran akibat efisiensi APBD, yang berdampak pada penundaan beberapa program pembinaan.

“Tahun ini ada pemangkasan anggaran. Kami prioritaskan insentif atlet dan persiapan Porprov. Kegiatan lain sementara kami tunda,” kata Her Suprabu, sembari berharap adanya tambahan alokasi pada perubahan APBD.

Baca juga:  Mahasiswa Dituntut Kembangkan Inovasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja

Sebagai pembenahan internal, KONI Surakarta juga menyiapkan sistem informasi keuangan terintegrasi bagi seluruh cabang olahraga (cabor). Sistem ini akan mengintegrasikan pengajuan anggaran, pemotongan pajak, hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dalam satu aplikasi, demi pengelolaan anggaran yang lebih transparan.

Langkah strategis lainnya adalah penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) hingga tahun 2026. Dokumen ini akan menjadi panduan kebijakan jangka panjang yang memetakan cabor prioritas berdasarkan riset potensi dan ketersediaan sarana.

“Sejauh ini, Solo menjadi pelopor di Jawa Tengah dalam penyusunan desain olahraga daerah,” tutup Her Suprabu.

KONI Surakarta menargetkan olahraga tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi utama dan identitas sport tourism Kota Solo. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...