30 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Buntut Tarian Erotis di Pendopo Kudus, Komisi D DPRD Kudus Bakal Panggil Pengurus KONI

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Mardijanto, mengungkapkan kekecewaannya terkait video viral aksi tarian yang dinilai erotis, dalam sebuah acara yang diinisiasi KONI Kudus yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (29/12) malam. Pihaknya pun berencana memanggil pengurus KONI untuk meminta klarifikasi atas kejadian tersebut.

 

Mardijanto mengaku kaget, saat mengetahui rekaman kegiatan tersebut telah tersebar luas sejak pagi tadi. Ia menegaskan bahwa Pendopo Kabupaten merupakan tempat sakral yang tidak seharusnya digunakan untuk penampilan yang kurang sopan.

 

‘’Jujur saya sangat kaget. Apa pun yang terjadi, Pendopo ini tempat sakral, sangat kita hormati. Tidak pas menampilkan tarian seperti itu di sana. Apalagi Kudus ini adalah Kota Santri dan Kota Suci yang memiliki ajaran dari Sunan Muria dan Sunan Kudus,’’ ujar Mardijanto, ditemui di ruang kerjanya, Senin siang.

Baca juga:  Puluhan Tenaga Kesehatan di Kudus Alami Gejala Usai Divaksin COVID-19

 

Pihaknya juga menepis alasan penyelenggara yang menyebut tarian tersebut sebagai bagian dari cabang olahraga. Menurutnya, masih banyak jenis olahraga lain yang lebih pantas dan edukatif untuk ditampilkan.

 

‘’Kalau alasannya itu olahraga, saya tidak sepakat. Ada yang lain seperti Pencak Silat, Wushu, atau bela diri lainnya yang lebih sopan. Secara pribadi dan lembaga, dalam waktu dekat KONI akan saya undang. Ini benar-benar tidak pantas,’’ tegasnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus, Ali Ihsan, menyayangkan pemilihan hiburan yang dinilai minim sisi edukasi itu. Ia menekankan bahwa setiap kegiatan resmi di lingkungan pemerintah seharusnya mengedepankan nuansa pendidikan bagi masyarakat.

Baca juga:  Sebulan Beroperasi, Omzet Galeri Dekranasda Kudus Tembus Rp20 Juta

 

‘’Semestinya viralnya itu karena kegiatan positif, misalnya show Pencak Silat atau Taekwondo di bawah naungan KONI. Itu jauh lebih mendidik. Kami berpesan kepada teman-teman KONI agar jangan gegabah dalam membuat kegiatan, apalagi ini acara resmi di Pendopo,’’ kata Ali Ihsan.

 

Pihaknya pun berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh organisasi di bawah naungan Pemkab Kudus, agar tetap menjaga etika dan kearifan lokal dalam setiap penyelenggaraan acara publik. (han/rit)


TERKINI

Welfare State ala Jawa Tengah 

Rekomendasi

...