JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Peristiwa tragis dini hari diwarnai duka di wilayah Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang pelajar setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama dua rekannya menghantam batang pohon besar yang roboh melintang di jalan persawahan, Jumat (2/1) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi di tengah hujan gerimis dan minimnya penerangan di jalan persawahan yang dilalui korban, dari arah timur menuju Jalan Utama Lettu Hartono, Bekonang.
“Pohon sudah dalam keadaan roboh dan melintang di jalan persawahan. Kondisi gelap serta hujan membuat pengendara tidak melihat adanya halangan, sehingga terjadi kecelakaan,” ujar Ariyanto, dikonfirmasi Jumat siang.
Tiga pelajar yang berboncengan dengan sepeda motor bernomor polisi AD 2583 AQB tersebut tidak dapat menghindari benturan keras. Korban tewas adalah Valentino Tri Cahyadi (15), pelajar asal Dukuh Sentul, Desa Bekonang. Korban mengalami cedera kepala berat dan langsung dilarikan ke RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara dua rekannya, Aldira Muhammad Yogi (16) dan Fendika Adrian Naviansyah (16), selamat meski mengalami luka lecet di tangan, kaki, dan dagu. Warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama sebelum petugas tiba.
Setelah menerima laporan, BPBD bersama Forum Komunitas Relawan Mojolaban bergerak cepat menuju lokasi. Dalam kondisi hujan dan gelap, tim relawan dari SAR MTA, Nagapala, SAR RMP, serta warga bahu-membahu mengevakuasi pohon tumbang menggunakan chainsaw dan peralatan darurat.
“Evakuasi dilakukan agar tidak ada korban susulan. Jalan kini sudah dapat dilalui kembali dan situasi dinyatakan aman,” tambah Ariyanto.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Sukoharjo akan bahaya cuaca ekstrem di awal tahun. BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur sepi dan persawahan pada malam hari, mengingat risiko pohon tumbang yang tinggi saat hujan deras dan angin kencang. (dea/rit)

