JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukoharjo mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Total dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dihimpun mencapai angka fantastis, yaitu lebih dari Rp 12,9 miliar, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat dan muzaki.
Ketua Baznas Sukoharjo, Drs. H. Sardiyono, M.M., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian yang menjadi wujud nyata solidaritas sosial. “Kepedulian ini tidak hanya membantu masyarakat Sukoharjo, tetapi juga turut meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan wilayah lainnya,” ujar Sardiyono, Jumat (02/01).
Dari total pengumpulan yang mencapai Rp 12,901 miliar yang erdiri dari zakat Rp 7,88 miliar dan infak Rp 5,01 miliar, Baznas Sukoharjo telah mendistribusikan dana sebesar Rp 9.518 miliar sepanjang tahun 2025.
Dana tersebut disalurkan untuk membantu 18.988 mustahik melalui lima program utama, yang menjangkau delapan asnaf (golongan penerima) zakat, mulai dari fakir, miskin, Amil, mualaf, riqab, gharimin (orang yang berutang) dan fii sabilillah.
Program dengan alokasi terbesar adalah Sukoharjo Peduli, yang menyalurkan lebih dari Rp 4,86 miliar kepada 12.267 penerima manfaat, difokuskan untuk membantu dhuafa memenuhi biaya hidup dan pelunasan utang. Program ini juga mencakup bantuan perbaikan 115 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 1,531 miliar.
Selain itu, program Sukoharjo Taqwa dialokasikan Rp 2,05 miliar untuk 2.406 penerima, Sukoharjo Makmur (bantuan usaha) sebesar Rp 1,1 miliar untuk 577 penerima, Sukoharjo Cerdas (beasiswa pendidikan) sebesar Rp 894 juta untuk 3.350 penerima, dan Sukoharjo Sehat (pengobatan) sebesar Rp 588 juta untuk 388 penerima.
Di luar program reguler, Baznas Sukoharjo juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap bencana. Donasi bencana alam yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 1.077.991.928. Sebagian dana ini, yakni Rp 569.577.428, telah didistribusikan berupa barang, dana, dan operasional relawan ke Aceh Tamiang serta wilayah terdampak lainnya di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Ditegaskan Sardiyono, rekening untuk bencana berbeda dengan rekening utama Baznas, jadi pemanfaatan tidak bercampur dengan alokasi lainnya.
Sesuai dengan arahan Bupati, Sardiyono menambahkan bahwa komitmen bantuan ke luar daerah terus berlanjut. “Di bulan Januari 2026 ini kami akan mengirimkan paling sedikit 15 truk air mineral ke lokasi bencana di Aceh dan Sumatera,” tutupnya. (dea/rit)

