25 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Moment Soekendro Mendadak Dilantik Jadi Sekda, Grogi hingga Sumpah Jabatan Diulang Tiga Kali

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Valeanto Soekendro mengaku terkejut saat tiba-tiba dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, pada Jumat (2/1/2026) pagi. Kegugupan terlihat dari wajah Soekendro saat mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Dalam prosesi tersebut, Soekendro sempat salah mengucapkan sumpah jabatan hingga tiga kali saat mengikuti bacaan sumpah dari bupati. Melihat kondisi tersebut, Ngesti Nugraha kemudian memperpendek bacaan sumpah agar Soekendro dapat mengikutinya dengan baik.

Setelah itu, prosesi pelantikan berjalan lancar hingga sumpah jabatan selesai dibacakan. Situasi tersebut merupakan bagian dari proses pengisian jabatan Sekda Kabupaten Semarang berlangsung panjang dan ketat hingga berujung pada pelantikan yang penuh kejutan.

Saat itu, tiga besar calon Sekda yang mengikuti seluruh tahapan seleksi diundang menghadiri pelantikan tanpa mengetahui siapa yang akhirnya ditetapkan sebagai Sekda definitif.

Tiga nama yang muncul itu adalah Kepala Bapperida M. Muslih, Kepala Dispendukcapil Tajudin Noor dan Kepala DPU Valeanto Soekendro. Hal enarik, saat pelantikan digelar, ketiga calon Sekda sama-sama diundang tanpa diberi tahu hasil akhir seleksi.

Pelantikan dihadiri Forkompinda, perwakilan Pemprov Jawa Tengah (Jateng), Wabup Hj Nur Arifah, para Sekda Kabupaten/ Kota se eks Karesidenan Semarang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan ormas dan parpol serta perwakilan komponen daerah lainnya.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha melantik Valeanto Soekendro sebagai Sekda di pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (2/1/2026) pagi. FOTO:IST/JATENGPOS

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Semarang, Wenny Maya Kartika, mengatakan penentuan sekaligus pelantikan Sekda penuh kejutan.

“Pelantikan Sekda memang surprise. Kami tidak membuat undangan khusus hanya untuk pejabat yang dilantik, tapi ketiganya kami undang untuk menyaksikan. Mereka juga tidak ada yang bertanya kenapa diundang,” ungkapnya.

Dijelaskan, seluruh proses seleksi Sekda telah diikuti tiga kandidat yang lolos dijalankan sesuai ketentuan. Dimulai dari proses pengajuan rekomendasi Bupati Semarang kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui sistem e-mutasi.

Baca juga:  Lomba Pitulasan Polrestabes Semarang Berlangsung Semarak

“Prosesnya memang cukup panjang. Dimulai dari rencana pelaksanaan pengisian jabatan Sekda oleh Bupati, termasuk pengajuan permohonan rekomendasi ke BKN yang memuat tahapan serta susunan panitia seleksi (pansel),” ujar Wenny ditemui sesuai pelantikan.

Setelah rekomendasi BKN terbit, tahapan dilanjutkan dengan pembentukan pansel yang terdiri dari minimal 5 orang dari unsur pemerintah provinsi, akademisi, dan pakar. Akademisi yang terlibat antara lain Rektor UKSW, Rektor UNW, Wakil Rektor UIN Salatiga, serta pakar dari Undaris, ditambah unsur dari BKPSDM.

“Tahapan seleksi diawali dengan asesmen kompetensi manajerial dan sosiokultural yang bekerja sama dengan Assessment Center Biro Binkar SDM Mabes Polri dan dilaksanakan di Polda Jawa Tengah selama dua hari,” lanjutnya.

Seleksi kemudian dilanjutkan dengan tes gagasan tertulis berbasis teknologi informasi yang digelar di laboratorium Diskominfo Kabupaten Semarang. Peserta diwajibkan mengerjakan soal selama 2,5 jam menggunakan komputer yang telah disterilkan dari jaringan internet dan tanpa membawa perlengkapan apapun.

“Peserta juga harus langsung menyusun paparan PowerPoint. Semua harus benar-benar mandiri dan familiar dengan IT,” jelasnya.

Setelah itu, pansel melakukan wawancara mendalam untuk menguji kompetensi teknis. Gagasan tertulis yang sebelumnya disusun kembali diuji oleh pansel untuk melihat sejauh mana inovasi dan konsep calon Sekda ke depan.

Seluruh hasil seleksi, mulai dari rekam jejak, asesmen Mabes Polri, hingga wawancara, kemudian digabungkan dalam rapat hasil akhir pansel. Tiga nama dengan nilai tertinggi dilaporkan kepada Bupati Semarang dan selanjutnya diajukan kembali ke BKN. Meski rekomendasi juga dimintakan kepada Gubernur Jawa Tengah, tetap muncul tiga besar yang sama.

Baca juga:  Pasal Baru Jerat Henry Surya, Bos Indosurya Kembali Tersangka

“Harapannya Sekda yang terpilih bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi punya inovasi dan konsep pembangunan. Keputusan terakhir tetap ada di Bupati,” tegas Wenny.

Wenny juga mengungkapkan ke depan masih terdapat sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang sebelumnya dijabat Soekendro, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga.

“Untuk beberapa OPD tertentu akan diisi oleh pejabat senior, bukan melalui promosi,” pungkasnya.

Soekendro ditemui seusai pelantikan mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang pelantikan sebagai sekretaris daerah. Ia mengaku terkejut saat namanya disebut untuk dilantik sebagai Sekda Kabupaten Semarang.

“Bahkan saya tidak tahu akan dilantik karena sampai pagi tadi tidak ada undangan pelantikan. Hanya ada undangan untuk menghadiri acara. Setelah tadi Bupati membacakan nama saya untuk dilantik menjadi sekda, terus terang terhenyak dan kaget. Namun saya siap menjalankan amanah yang diberikan,” kata Soekendro.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dalam sambutan menyampaikan, proses seleksi Sekda telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Sekda memiliki tanggung jawab membantu Kepala Daerah melaksanakan kebijakan dan membangun hubungan produktif dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal pemerintah daerah,” ujar Bupati Ngesti Nugraha usai Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang.

Menurutnya, Sekda harus membantu Kepala Daerah dalam tercipta suasana harmonis yang mengakomodir kepentingan eksternal dan internal. Bupati juga berharap pelantikan Soekendro menjadi momentum untuk meningkatkan soliditas dan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Semarang.

“Seluruh ASN harus memberi dukungan, loyal, dan kolaboratif demi kemajuan Kabupaten Semarang,” tandasnya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...