JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan wisata religi. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meresmikan pengoperasian inovasi teknologi medis terbaru, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo, Kecamatan Dawe, Jumat (9/1).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani memperkenalkan program SMECE (Screning Mediscan FaCE) berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini diklaim sebagai yang pertama diterapkan di tingkat Puskesmas di Indonesia, dan hasilnya mendekati kondisi fisik yang ada.
‘’Kami mencoba langsung, detak jantung saya di alat ini menunjukkan 72, sementara di jam tangan saya 73. Artinya tingkat akurasinya sangat mendekati. Inovasi ini hadir untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,’’ ujar Sam’ani.
Selain SMECE, lanjutnya, Pustu Colo juga mengandalkan program SIBUNDA KOMPLIT untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Layanan ini mencakup paket lengkap bagi ibu baru, mulai dari persalinan normal, pengurusan akta kelahiran, pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga pengaktifan BPJS bayi secara otomatis.
‘’Kabupaten Kudus saat ini sudah mencapai UHC (Universal Health Coverage) 99,4 persen. Kami juga menyediakan screening untuk tiroid, kunjungan pasca-nifas, hingga antar-jemput persalinan gratis menggunakan ambulans rakyat,’’ tegas Sam’ani.
Sambungnya, penempatan fasilitas unggulan di Pustu Colo bukan tanpa alasan. Sebagai kawasan padat wisata yang mencakup Makam Sunan Muria hingga Pijar Park, Pustu ini disiapkan untuk melayani warga lokal sekaligus para peziarah yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
‘’Layanan kesehatan yang ada di Pustu Colo ini, juga untuk melayani peziarah Makam Sunan Muria dan wisatawan yang berkunjung ke Pijar Park dan masyarakat sekitar Colo,’’ ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani mengajak masyarakat, maupun elemen masyarakat lain, untuk terus memberikan masukan, kritik, dan koreksi demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menjelaskan keunggulan SMECE sebagai Community AI. Berbeda dengan daerah lain yang menggunakan robot hanya untuk pengambilan obat, SMECE di Kudus fokus pada deteksi dini risiko penyakit.
‘’Cara kerjanya mudah, pasien cukup memasukkan data dan berbicara selama 45 detik. Dari situ, sistem akan mendeteksi risiko penyakit, termasuk risiko pada kandungan, sehingga bisa dicegah sejak dini,’’ jelas dr. Mustiko. (han/rit)



