24 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Target PAD Disbudpar Meleset, Sekdin Sebut Terlalu Tinggi

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, gagal mencapai target pada tahun anggaran 2025. Dari target yang dipatok sebesar Rp 3,8 miliar, realisasi hingga akhir Desember 2025 hanya menyentuh angka Rp 3,5 miliar atau sekitar 95 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas pos pendapatan gagal memenuhi ekspektasi, kecuali sektor penginapan. Retribusi penginapan menjadi satu-satunya primadona dengan raihan Rp 350 juta atau 110 persen dari target Rp 319 juta.

Sebaliknya, pos pendapatan lain tampak terseok-seok. Retribusi pemanfaatan aset daerah hanya terealisasi Rp 422 juta (95%) dari target Rp 445 juta. Sektor parkir bahkan hanya mencapai 85 persen dengan raihan Rp 310 juta dari target Rp 365 juta.

Baca juga:  Festival Karnaval Budaya Ajang Promosi Potensi Daerah

Sementara itu, retribusi tempat rekreasi dan olahraga tercatat menyumbang Rp 2,3 miliar (87%) dari target Rp 2,7 miliar, dan pendapatan portal Colo mencapai Rp 1,8 miliar (95%) dari target Rp 1,9 miliar.

Sekretaris Dinas (Sekdin) Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto, angkat bicara mengenai capaian tersebut. Ia menilai target yang dibebankan kepada instansinya terlalu ambisius dan tidak sesuai dengan potensi riil di lapangan.

“Target PAD kita terlalu tinggi. Karena potensi kemampuan kita sebenarnya hanya mampu mencapai Rp 3,5 miliar,” ungkap Agus saat ditemui di kantor Disbudpar Kudus, baru-baru ini.

Selain faktor target yang tinggi, Agus menyebut kondisi infrastruktur objek wisata di Kudus yang kurang representatif, menjadi hambatan utama dalam menarik wisatawan. Menurutnya, banyak destinasi yang dinilai belum ramah bagi pengunjung sehingga minat kunjungan tidak maksimal.

Baca juga:  Pikatan Water Park Temanggung Tutup Sementara pada Libur Lebaran

Sebagai langkah evaluasi untuk tahun 2026, Disbudpar berencana melakukan perombakan besar-besaran di sejumlah titik wisata. Salah satu fokus utama adalah kawasan wisata religi Colo.

“Intinya penataan harus kita perbaiki agar wisata di Kudus lebih ramah wisatawan. Kami berencana membangun ulang tangga menuju Makam Sunan Muria serta menambah pos pelayanan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Yayasan Sunan Muria agar semua aspek bisa segera dibenahi,” pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...