JATENGPOS.CO.ID, PATI – Akibat cuaca ekstrem dan hujan yang mengguyur selama dua hari dua malam, Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah, meluap Minggu, (11/1).
Luapan sungai ini menggenangi jalur Pantura Juwana–Rembang dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter, sehingga menyebabkan arus lalu lintas padat merayap.
Sungai yang berada tepat di sisi jalur utama Pantura Juwana–Rembang tersebut meluap dan menggenangi badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter.
Luapan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter membuat arus kendaraan di jalur Pantura ini tersendat dan hanya bisa dilalui secara bergantian. Sejumlah kendaraan roda dua bahkan harus didorong oleh pengendara karena mesin mati akibat terendam banjir.
Menurut warga setempat, Mudhofar, banjir mulai datang sekitar pukul sebelas malam. Namun hingga pagi hari, ketinggian air justru terus bertambah. Warga menduga kondisi ini dipicu oleh rendahnya jembatan di Desa Raci, tingginya endapan lumpur di sungai, serta pintu air yang ditutup.
“Air mulai masuk sekitar jam sebelas malam, tapi sampai sekarang malah makin tinggi. Soalnya jembatan di Raci itu rendah, sungainya juga dangkal karena lumpur, ditambah pintu air ditutup,”
ujarnya.
Hingga kemarin, hujan masih terus mengguyur wilayah Pati. Warga dan pengendara yang melintas di jalur Pantura Juwana–Rembang diimbau untuk berhati-hati, karena arus air cukup deras dan kondisi jalan licin akibat lumpur yang terbawa banjir.(Ida/rit)



