27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Dipecat, Pesangon 12 Juta Pound

JATENGPOS.CO.ID, MANCHESTER – Manchester United resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim pada awal bulan ini, menyusul performa yang jauh dari harapan selama satu setengah musim kepemimpinannya. Namun, di balik hasil di lapangan yang inkonsisten, muncul indikasi kuat bahwa konflik internal turut mempercepat kepergian pelatih asal Portugal tersebut dari Old Trafford.

Akhirnya Amorim benar-benar angkat kaki dari Inggris. Pelatih asal Portugal itu tertangkap kamera kembali ke negaranya setelah menaiki jet pribadi yang bertolak dari Manchester pada Sabtu sore waktu setempat.

Kepergian Amorim terjadi kurang dari sepekan setelah Manchester United resmi memecatnya pada Senin lalu. Pria berusia 40 tahun tersebut mengakhiri petualangan singkatnya di Old Trafford dengan senyum lebar saat tiba di Lisbon, menandakan babak baru dalam karier kepelatihannya.

Amorim dipecat menyusul situasi internal yang memanas. Ia disebut mengeluarkan ultimatum keras kepada manajemen klub, “dukung saya atau pecat saya” dalam konferensi pers emosional usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Pernyataan itu menjadi titik balik yang mempercepat keputusan manajemen Setan Merah.

Mantan pelatih Sporting CP tersebut terbang menggunakan pesawat pribadi jenis Embraer Legacy yang lepas landas dari Bandara Manchester sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Indikasi bahwa Amorim dan keluarganya tak akan kembali ke Inggris semakin kuat setelah kedua anaknya berpamitan dengan guru dan teman-teman sekolahnya pada Jumat lalu, bahkan sempat membagikan hadiah perpisahan.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Manchester United pada November 2024, Amorim bersama istrinya, Maria, diketahui menyewa sebuah rumah mewah di kawasan Alderley Edge, Cheshire, dengan biaya mencapai £15 ribu per bulan. Namun kini, keduanya memilih menutup lembaran hidup di Inggris.

Baca juga:  Pebalap Astra Honda Siap Melesat Kencang di Final ARRC Buriram

Meski gagal memenuhi ekspektasi, Amorim tetap meninggalkan Old Trafford dengan kompensasi besar. Ia dilaporkan menerima pesangon senilai sekitar £12 juta setelah kontraknya diputus lebih awal.

Selama berada di kursi pelatih United, catatan Amorim jauh dari kata memuaskan. Dari 63 pertandingan di semua kompetisi, Setan Merah hanya meraih 25 kemenangan. Puncak kekecewaan terjadi musim lalu ketika United kalah di final Liga Europa.

Untuk sementara, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Mantan gelandang timnas Skotlandia itu sudah lebih dulu mendampingi tim saat bermain imbang 2-2 melawan Burnley di tengah pekan dan akan kembali memimpin tim saat menghadapi Brighton pada putaran ketiga Piala FA.

Sementara itu, dua legenda klub, Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick, masuk dalam bursa kandidat pelatih sementara hingga akhir musim. Keduanya dikabarkan telah dihubungi manajemen sebagai bagian dari rencana transisi sebelum penunjukan pelatih permanen.

Di sisi lain, Ruben Amorim memilih menepi sejenak di tanah kelahirannya. Senyum lebar yang ia tunjukkan saat pertama kali terlihat di publik pasca-kepergiannya dari Old Trafford seolah menggambarkan kelegaan setelah tekanan besar selama menukangi salah satu klub terbesar di dunia.

Salah satu sosok yang disorot dalam kisah pemecatan Amorim adalah direktur sepak bola MU, Jason Wilcox. Hubungan keduanya disebut memburuk setelah Wilcox melontarkan pernyataan yang dianggap meremehkan peran Amorim di klub.

Wilcox, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik, dikabarkan membandingkan posisinya sendiri dengan peran manajer dan menyebut Amorim hanya sebagai pelatih, bukan manajer penuh.

Komentar tersebut, menurut laporan media Inggris, membuat Amorim berang. Entah disampaikan langsung atau tidak, ucapan itu sampai ke telinga Amorim dan memicu luapan emosinya ke hadapan publik.

Baca juga:  Komoditas Panas di Bursa Transfer

Dalam konferensi pers usai hasil imbang kontra Leeds United, Amorim menyampaikan pernyataan panjang yang menegaskan status dan mandatnya di Manchester United.

“Saya datang ke sini sebagai manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih,” tegas Amorim kala itu. Ia juga menekankan bahwa kesepakatan awalnya adalah memimpin tim sebagai manajer penuh selama 18 bulan, terlepas dari namanya yang tidak sebesar Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho.

Amorim bahkan menegaskan dirinya tidak berniat mundur dan akan terus bekerja hingga klub memutuskan menggantinya. Ia juga menyinggung pentingnya setiap departemen menjalankan tugas masing-masing, mulai dari pencari bakat hingga direktur olahraga, tanpa mencampuri peran satu sama lain.

Pernyataan emosional tersebut kini dipandang sebagai sinyal kuat adanya keretakan di balik layar. Jason Wilcox sendiri bergabung dengan Manchester United pada April 2024 dari Southampton, sebelum naik jabatan menjadi direktur sepak bola. Sejak itu, ia tak luput dari kritik terkait arah kebijakan klub dan stabilitas manajemen.

Sementara Amorim telah resmi angkat kaki, manajemen Manchester United kini bergerak mencari pengganti. Opsi pelatih interim menjadi skenario paling realistis dalam waktu dekat.

Nama Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah membawa MU ke sejumlah momen positif, dikabarkan tengah menjalin komunikasi untuk kembali mengisi kursi panas di Old Trafford.

Dengan dinamika internal yang masih bergejolak, tantangan besar menanti Manchester United untuk kembali menemukan kestabilan, baik di ruang ganti maupun di jajaran manajemen. (bol/riz)


TERKINI

Rekomendasi

...

Awas Faktor Mbappe

Leicester City vs Watford

Real Madrid Ajukan Tawaran

Paket Lengkap Calvin Verdonk