26.8 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Jay Idzes Dipuji Media Italia

JATENGPOS.CO.ID, ROMA – Sassuolo harus mengakui keunggulan AS Roma setelah kalah 0-2 dalam lanjutan Serie A di Stadion Olimpico. Hasil ini terasa pahit bagi Neroverdi karena mereka sejatinya tampil cukup menjanjikan, terutama sepanjang 45 menit pertama.

Tim tamu mampu menekan Roma dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Mile Svilar dipaksa bekerja keras mengamankan gawang tuan rumah, sementara beberapa kesempatan emas Sassuolo melenceng dari sasaran. Sayangnya, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Roma justru tampil lebih efektif di fase krusial pertandingan. Dua gol cepat pada menit-menit akhir memastikan kemenangan tim asuhan Daniele De Rossi sekaligus memupus harapan Sassuolo mencuri poin dari ibu kota.

Setelah relatif kesulitan sepanjang laga, Roma akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-77. Manu Koné mencetak gol pembuka lewat sundulan yang tak mampu diantisipasi barisan pertahanan Sassuolo.

Hanya berselang dua menit, Roma kembali menghukum tim tamu. Matias Soulé memanfaatkan celah di lini belakang Neroverdi untuk menggandakan keunggulan dan mengunci kemenangan Giallorossi.

Fabio Grosso menilai kualitas Roma akhirnya menjadi faktor penentu, terlebih ketika timnya gagal memanfaatkan peluang yang lebih dulu didapat.

“Itu adalah penampilan yang bagus, kami menciptakan peluang besar untuk unggul lebih dulu, tetapi Roma jelas memiliki kualitas. Ketika peluang itu tidak dimaksimalkan, situasinya menjadi berbahaya,” ujar Grosso kepada DAZN Italia.

Kekalahan ini membuat laju Sassuolo kian tersendat. Meski masih berada di papan tengah klasemen, Neroverdi kini tercatat tanpa kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di Serie A.

Baca juga:  Statistik Berpihak Brasil

Grosso mengakui ada penurunan intensitas permainan di penghujung laga. Namun, pelatih berusia 47 tahun itu enggan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan utama kekalahan timnya.

“Para pemain bekerja dengan baik. Kami harus mampu mempertahankan apa yang kami lakukan dalam waktu yang lebih lama dan lebih konsisten. Sayangnya, di akhir laga kami memberi terlalu banyak ruang,” tutur Grosso.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Ismael Koné. Gelandang internasional Kanada itu tampil dominan di babak pertama hingga dibandingkan dengan Blaise Matuidi oleh analis DAZN Italia.

Meski memuji potensinya, Grosso menegaskan Koné masih perlu meningkatkan konsistensi dan ketajaman dalam mengambil keputusan di momen krusial.

“Dia punya kekuatan dan bisa mencapai level yang sangat tinggi. Namun, ada situasi tertentu yang tidak dimaksimalkan dengan baik dan dia perlu membuat pilihan yang lebih tepat ketika berada di depan gawang,” kata Grosso.

Menurut Grosso, Koné adalah gambaran dari skuad Sassuolo saat ini, penuh potensi, tetapi masih membutuhkan proses agar bisa tampil stabil dari satu laga ke laga berikutnya.

“Semua pemain ini punya potensi. Tugas saya adalah membantu mereka menjadi lebih konsisten,” pungkasnya.

Seperti biasa, Jay Idzes mengawali laga sebagai starter dan tampil penuh selama 90 menit. Rapornya oleh Fotmob ada di angka 6,3, setelah menorehkan 6 kali defensive contribution

Baca juga:  Usai Libas Bintang Timur 6-0, Nanti Sore Persik Kendal Target Menang Lawan Ini

Pemain berusia 25 tahun ini 42 kaii menyentuh bola, melancarkan 1 tekel, 1 blok, 4 kali sapuan, 4 kali recoveries, dan dua kali memenangkan duel dari tiga kesempatan.

Ketika Fotmob memberikannya rating 6,3 dalam laga ini, lain ceritanya oleh media Italia, Sassuolo News. Media khusus memberitakan klub I Neroverdi itu memberikan rating 5,5 untuk Jay Idzes.

Nilai itu ada sama seperti Josh Doig, tapi sedikit di bawah Tarik Muharemovic (nilai 6), dan lebih tinggi dari Sebastian Walukiewicz (nilai 5). Menurut catatan media tersebut, Jay Idzes sangat solid dan kuat di 45 pertama, mengunci pergerakan Paulo Dybala dan Matias Soule.

“Dominasi fisik dan posisi di jantung pertahanan Neroverdi, dua atribut kunci dalam menghentikan Evan Ferguson. Ia sedikit kesulitan di babak kedua menghadapi Dybala dan Soulé yang lebih ringan,” demikian ulasan Sassuolo News.

Sassuolo untuk sementara berada di posisi 11 klasemen Serie A 2025/2026 dengan nilai 23. Posisi yang rawan dikejar oleh tim-tim di bawahnya.

Jay Idzes dkk. wajib bangkit di pertandingan berikutnya. Lawan tidak mudah akan kembali dihadapi Sassuolo, yakni menghadapi juara bertahan Napoli. Laga Napoli versus Sassuolo akan digelar di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (18/1/2025). (bol/riz)


TERKINI

Rekomendasi

...

Peluang Sandy Walsh Lawan CR7

Liverpool vs Arsenal

Gelandang Bertahan Potensial

20 Ribu Suporter Siap Dukung Garuda

Arsenal vs Liverpool

PSG Ukir Sejarah