25 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah Jaga Harmoni Sosial

JATENGPOS.CO.IDSEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengapresiasi peran dakwah komunitas yang selama ini dijalankan Muhammadiyah dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas masyarakat di Jawa Tengah.

Apresiasi tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PW Muhammadiyah Jawa Tengah, di ruang kerjanya, Senin 12 Januari 2026.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin, mengatakan, pendekatan dakwah berbasis komunitas memiliki peran strategis karena tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan sosial yang lebih luas.

“Komunitas itu luas karena tidak hanya bicara agama, tapi juga kemanusiaan. Bahkan permasalahan lain. Kami atas nama pemerintah berterima kasih,” ujar Taj Yasin.

Audiensi yang dipimpin Ketua LDK PW Muhammadiyah Jateng Dr. H. AM. Jumai, tersebut sekaligus melaporkan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas serta Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri, yang akan digelar di Jawa Tengah 29–31 Januari 2026.

Baca juga:  Keluarga Besar Tjahjo Kumolo Gelar Haul Pertama di Semarang

Wagub menilai, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Muhammadiyah selama ini telah berjalan baik dan perlu terus diperkuat, termasuk di sektor kesehatan dan sosial.

“Kami punya rumah sakit yang ada juga dari pengobatan kusta. Di mana pasiennya sudah sembuh tapi stigma masyarakat masih menular, padahal tidak. Ini bisa jadi bagian kolaborasi. Ini perlu jembatan dari organisasi yang memiliki basis massa kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jateng AM. Jumai menegaskan LDK memiliki fokus khusus pada pendampingan komunitas-komunitas tertentu.

“LDK kami sama strukturnya dengan PWM. Hanya fokusnya berbeda dengan Majelis Tabligh di arena yang sangat luas, kita ngopeni komunitas khusus,” ujarnya.

Jumai menyebutkan, LDK PW Muhammadiyah Jateng selama ini aktif melakukan pendampingan di berbagai komunitas. Mulai dari kawasan Sunan Kuning, komunitas ojek online, hingga pembinaan eks narapidana terorisme.

Baca juga:  Medio 2025, Realisasi Pendapatan APBD Jateng Capai Rp11,213 Triliun

“Kami pendampingan Sunan Kuning, komunitas ojol, pembinaan eks napiter. Itu yang kami geluti, termasuk membangun kekuatan dakwah lebih luas,” ungkapnya.

Selain itu, LDK juga mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan.

“Mualaf juga kami ada Mualaf Learning Center. Pembinaannya tidak sekadar keimanan, ngaji, dan sebagainya, tapi juga kemandirian,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan Rakornas II, Jumai menyampaikan kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan LDK dari seluruh Indonesia, meski jumlah peserta mengalami penyesuaian.

“Rakornas ini nanti menghadirkan perwakilan se-Indonesia. Awalnya 320 peserta, menjadi 200 karena banyak izin akibat banyak yang kondisi daerahnya masih dilanda bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada pembukaan Rakornas diperkirakan akan dihadiri sekitar 500 peserta dan tamu undangan.

“Pada pembukaan Rakornas nanti ada kurang lebih 500 orang. Diharapkan Pak Gubernur atau Pak Wagub hadir. Termasuk di acara malam harinya yang sampai saat ini terkonfirmasi ada tiga menteri akan hadir,” pungkas Jumai. (*)


TERKINI

Rekomendasi

...