JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga hingga Desember 2025. Ketahanan ini menjadi modal penting menghadapi dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan penilaian tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) yang digelar pada 24 Desember 2025. Rapat itu menilai kondisi sektor jasa keuangan tetap solid dan terkendali.
“Rapat Dewan Komisioner pada bulan Desember menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ujar Mahendra Siregar, dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/1/2026).
Mahendra menjelaskan, kondisi stabil tersebut sejalan dengan tren perbaikan perekonomian global. Namun, OJK tetap mencermati berbagai risiko eksternal, khususnya perlambatan ekonomi China yang masih berada di bawah ekspektasi.
Menurut Mahendra, aktivitas manufaktur global saat ini masih berada di zona ekspansi meski dengan laju pertumbuhan yang moderat. Sejumlah lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat pada 2026.
“Kondisi global sekarang menunjukkan perbaikan umum, meski ekonomi China kurang optimal,” ujarnya.
OJK juga terus memantau dinamika pasar keuangan global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Perbedaan kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas sistem keuangan domestik.
Dengan kondisi yang tetap terjaga, OJK optimistis sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank mampu terus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. OJK menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sekaligus mendorong fungsi intermediasi keuangan secara berkelanjutan.(aln)



