JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Program Gizi BerKarsa (Gizi Berbasis Karakter dan Ketahanan Pangan Sekolah) resmi memasuki tahap uji coba di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, mulai Sabtu (10/1).
Program ini merupakan pengembangan transformatif dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menjadikan sekolah sebagai subjek aktif dalam pembelajaran karakter.
Uji coba ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, yang menilai Gizi BerKarsa mampu menjadi pengungkit perubahan budaya positif di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menyatakan bahwa Gizi BerKarsa adalah inovasi strategis yang menjawab kebutuhan gizi sekaligus penguatan karakter.
“Kami melihat Program Gizi BerKarsa sebagai inovasi yang sangat strategis karena tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, dan budaya positif di sekolah,” ujar Havid Danang, Senin (12/01).
Havid Danang menjelaskan, konsep Gizi BerKarsa mendorong ritual makan di sekolah diolah menjadi proses belajar sosial. Siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi diajak menyadari pentingnya menghabiskan makanan, mencuci alat makan sendiri, memilah sisa makanan, hingga mengolah limbah organik menjadi kompos atau pupuk.
“Di situlah nilai pendidikan bekerja. Anak-anak dilatih mandiri, disiplin, dan memahami bahwa makanan memiliki siklus panjang dari produksi hingga konsumsi. Ini sangat selaras dengan pembentukan karakter dan Profil Pelajar Pancasila,” jelasnya.
Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional dan dinilai mampu menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Transformasi MBG melalui Gizi BerKarsa juga berpotensi menggerakkan ekosistem lokal, melibatkan UMKM, petani, hingga pengembangan kebun sekolah, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di sekitar sekolah.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Godog sebagai mitra logistik dan sosial pendidikan.
Pengelola SPPG Godog, Sutardi, berharap MBG menjadi stimulan lahirnya kegiatan positif yang berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa seperti kemandirian, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Uji coba tahap awal Program Gizi BerKarsa ini dibiayai melalui swadaya masyarakat yang dikoordinir oleh Yayasan SMART Madani Indonesia (Y@SMI). Ketua Y@SMI, Dr. Sri Kalono, menegaskan pentingnya praktik nyata dalam pendidikan karakter.
“Nilai-nilai seperti rasa syukur, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, serta kemampuan bekerja sama harus dihadirkan melalui praktik sehari-hari di sekolah, bukan hanya dibicarakan,” tegasnya.
Pilot program Gizi BerKarsa dilaksanakan di TK Godog 1, SD Godog 1, SD Pranan 1, serta SMP Negeri 3 Polokarto. Rangkaian kegiatan uji coba meliputi pemasangan sarana cuci, pelatihan pembuatan sabun cair, pembuatan pupuk organik dari sisa makanan, hingga simulasi pencucian alat makan oleh siswa.
Dinas Pendidikan Sukoharjo berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan agar Gizi BerKarsa dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas sebagai model praktik baik pendidikan karakter berbasis sekolah. (dea/rit)



