28 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Gereja di Pati jadi Posko Pengungsian, Ibadah Digelar Daring

JATENGPOS.CO.ID, PATI –  Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1).  Kondisi ini mengakibatkan sejumlah titik di Kota Pati terendam banjir. Diantaranya yang terdampak ialah area Gereja Bethel Indonesia (GBI) Duta Kristus Pati yang berlokasi di Desa Semampir, Kecamatan Pati.

Pengurus jemaat GBI Pati, Edi Suyitno, menyebut bahwa luapan banjir mulai memasuki area gereja sejak beberapa hari lalu. Banjir pertama kali datang pada Jumat (9/1) malam. Banjir sempat surut, namun terjadi banjir susulan pada Minggu sore (11/1).

Banjir setinggi lutut orang dewasa, antara 40-50 cm, masih menggenang di halaman gereja serta area permukiman di sekitarnya hingga Senin (12/1). Meskipun air merendam akses jalan dan halaman, namun air tidak masuk ke dalam ruang utama gereja.

Hal ini dikarenakan bangunan gereja telah ditinggikan sejak tahun 2016 sebagai langkah antisipasi terhadap banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Meski Minggu pagi (11/1) banjir sempat surut, akibat kondisi jalan yang tertimbun lumpur tebal, pihak gereja memutuskan untuk menggelar Ibadah Raya Minggu secara daring melalui Zoom.

Baca juga:  Selama Perayaan Paskah, 35 Gereja di Kudus Dapat Penjagaan Polisi

“Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan sekitar 100 jemaat aktif yang rutin beribadah di sana. Jika situasi kurang kondusif, pihak gereja akan memprioritaskan ibadah daring. Namun, jika kondisi memungkinkan, ibadah akan tetap dilaksanakan secara langsung di gereja”, paparnya.

Ia menyebut, pihaknya sebelumnya beribadah online. Meskipun jalan sudah dibersihkan, tapi belum optimal. Pihaknya khawatir jemaat terganggu, hingga memutuskan online.

“Tak hanya imenjadi tempat ibadah, GBI Pati kini juga difungsikan sebagai posko pengungsian bagi warga sekitar yang terdampak banjir. Sejak tadi malam, beberapa warga mulai mengungsi dan menitipkan barang-barang mereka, seperti pakaian, di area gereja yang bangunannya lebih tinggi”, jelasnya.

Area gereja berlokasi di RT 3, RW 1, Desa Semampir. Sedikitnya 50 rumah warga kebanjiran dengan ketinggian air yang bervariasi. Ketua RT setempat, Nasikin yang akrab disapa Asik, menjelaskan bahwa banjir telah datang dalam tiga gelombang sejak Jumat malam.

Meski sempat surut, banjir kembali naik pada Minggu sore hingga Senin siang ini. “Paling dalam itu sepinggang, sekitar satu meteran. Ada 50-an rumah di sini dan semuanya kena imbas banjir,” kata Nasikin saat ditemui di lokasi, Senin (12/1).

Baca juga:  Perusahaan Disarankan Bangun Shelter Isolasi Pekerja Terpapar Corona

Meskipun wilayah tersebut didominasi oleh warga muslim, keberadaan GBI Duta Kristus Pati di tengah permukiman menjadi penolong bagi warga terdampak. Bangunan gereja yang ditinggikan memang sengaja dipersiapkan untuk menjadi tempat evakuasi bagi masyarakat sekitar saat bencana banjir terjadi.

Nasikin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak gereja yang membuka pintu bagi warga untuk mengungsi tanpa memandang perbedaan agama. Ia menegaskan bahwa toleransi di wilayahnya sangat kuat dan tidak pernah ada persoalan terkait perbedaan kepercayaan.

“Di sini lingkupnya Muslim, tapi adanya gereja. Kami tidak masalah, yang penting toleransi. Alhamdulillah sampai sekarang damai. Tadi waktu air tinggi, warga banyak yang mengungsi ke gereja ini,” tuturnya.

Selama masa pengungsian, pihak gereja juga menyediakan berbagai fasilitas logistik untuk para pengungsi.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...